Hak Eks Karyawan RSGM Belum Cair, Pemkab Bantul Minta Ada Kepastian
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
Ilustrasi nelayan. – Foto dibuat oleh AI/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul menargetkan kenaikan produksi perikanan hingga 25 persen melalui penambahan armada laut dan penguatan fasilitas cold storage bagi nelayan pesisir.
Kepala DKP Bantul, Istriyani, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menambah 10 unit perahu dan 20 unit mesin motor untuk mendukung produktivitas nelayan. Melalui intervensi ini, jumlah armada small scale fisheries (SSF) di Bantul meningkat dari 41 unit menjadi 51 unit.
“Pemerintah daerah menambah 10 unit perahu dan 20 unit mesin. Dengan begitu, armada SSF kita bertambah menjadi 51 unit,” ujar Istriyani, Senin (12/1/2026).
Hasil tangkapan nelayan di Pantai Selatan Bantul saat ini didominasi oleh ikan pelagis kecil bernilai ekonomi tinggi, seperti layur, bawal, layang, dan serung. Selama ini, hasil tangkapan tersebut langsung terserap oleh pedagang besar (bakul) maupun pabrik pengolahan.
Untuk memperkuat tata niaga, DKP Bantul menyiapkan fasilitas cold storage di Kampung Nelayan Merah Putih dengan kapasitas mencapai 10 ton. Fasilitas ini berfungsi sebagai instrumen penjaga stabilitas harga di tingkat nelayan.
“Nelayan maupun koperasi kini bisa menyimpan ikan saat harga di pasar sedang rendah, dan melepasnya kembali ketika harga membaik,” jelas Istriyani. Selain itu, cold storage ini diproyeksikan sebagai pusat transit distribusi guna menekan biaya logistik pengiriman ikan dari luar daerah.
Selain penguatan infrastruktur, DKP Bantul juga fokus pada regenerasi nelayan. Generasi muda pesisir yang selama ini mayoritas berperan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) didorong untuk meningkatkan keahliannya. “Ke depan, mereka kami dorong untuk naik peran menjadi tekong atau nakhoda perahu,” tambahnya.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP Bantul, Kristanto Kurniawan, memaparkan data produksi tahun lalu. Sektor perikanan tangkap mencatatkan target 860,39 ton, sementara sektor budidaya mencapai 13.809,82 ton.
“Capaian total masih dalam proses penghitungan akhir. Namun, kami optimistis target tahun ini tercapai karena potensi perikanan Bantul sangat bagus,” tutur Kristanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mendesak manajemen RSGM segera membayar tunggakan gaji dan pesangon eks pekerja. Bupati juga meminta adanya timeline pembayaran yang jelas.
Gempa magnitudo 4,7 mengguncang Pesisir Barat, Lampung, Sabtu dini hari. BMKG mengimbau warga tetap waspada dan mengikuti informasi resmi.
BPOB meluncurkan Land & Legacy Jemparingan di Borobudur Highland sebagai wisata budaya berbasis wellness tourism yang melibatkan masyarakat lokal.
Jadwal SIM Keliling Sleman Kamis 23 Juli 2026 digelar di Sleman City Hall. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku di Sleman untuk memperkuat karakter anak, meningkatkan literasi, dan mencegah kenakalan remaja.
Akademisi UMY menilai fenomena bangku kosong SPMB 2026 dipicu faktor demografi dan mutu pendidikan, bukan sekadar popularitas sekolah.