Advertisement
Talud Kali Gajah Wong Selesai Diperbaiki, Warga Pandeyan Jogja Lega
Wakil Ketua DPRD DIY dari Partai Gerindra Budi Waljiman, Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja Marwoto Hadi, serta perangkat kalurahan dan kecamatan setempat meninjau talud Sungai Gajah Wong yang jebol dua tahun lalu dan selesai diperbaiki, Jumat (16/1 - 2026). Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RT 45/RW 08 Pandeyan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta akhirnya bisa kembali merasa aman setelah talud Sungai Gajah Wong yang jebol dua tahun lalu selesai diperbaiki. Struktur pelindung bantaran sungai yang berada persis di belakang rumah warga itu kini berdiri kokoh setelah lama dikhawatirkan mengancam permukiman.
Kerusakan talud terjadi pada November 2024, ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Arus sungai yang kuat menggerus dinding talud hingga roboh dan memicu kecemasan, terutama bagi warga lanjut usia serta para janda yang tinggal di area rawan.
Advertisement
Sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan, warga menggelar syukuran pada Jumat (16/1/2026). Acara ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD DIY dari Partai Gerindra Budi Waljiman, Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Marwoto Hadi, serta perangkat kalurahan dan kecamatan setempat.
Perwakilan warga, Rudi Susanto, mengenang bagaimana talud tersebut runtuh pada malam hari ketika hujan deras turun.
BACA JUGA
“Talud di belakang rumah warga tiba-tiba roboh. Kami langsung kerja bakti agar kerusakan tidak makin melebar, lalu melapor ke dinas,” ujarnya.
Pemerintah kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dengan pembangunan talud sepanjang sekitar 190 meter yang dikerjakan mulai Juni 2025. Proyek senilai kurang lebih Rp700 juta itu rampung pada Desember 2025, meski baru memenuhi sekitar 60% kebutuhan.
“Alhamdulillah sudah tertangani meski belum tuntas. Kami berharap lanjutan pembangunan bisa dilakukan tahun 2026, karena masih ada enam rumah yang taludnya sudah rapuh dan berbahaya,” kata Rudi.
Ia menyampaikan bahwa sebagian warga yang terdampak tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki talud secara mandiri. Karena itu, dukungan pemerintah dan pengawalan dari para legislator dinilai sangat penting.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di tingkat kampung sangat dipengaruhi keputusan politik dan keberpihakan anggaran.
“Pembangunan seperti ini adalah hasil keputusan politik. Anggarannya ada, tinggal bagaimana keberpihakan dan fokusnya. Itu yang terus kami kawal,” ujar Budi.
Ia membantah anggapan bahwa Kota Jogja minim pembangunan karena keterbatasan dana. Menurutnya, persoalan utama justru ada pada strategi penentuan prioritas.
“Kelurahan Pandeyan misalnya hanya mendapatkan alokasi sekitar Rp600 juta. Cukup atau tidak, itu soal keputusan politik. Ke depan, pembangunan harus kita dorong agar berkelanjutan,” tegasnya.
Budi menambahkan, kolaborasi DPRD provinsi dan kota menjadi kunci dalam mengawal aspirasi masyarakat. Ia bersama Marwoto Hadi berkomitmen mendampingi berbagai kebutuhan pembangunan di DIY.
“Termasuk soal penanganan sampah. Saya sudah menganggarkan untuk 45 kalurahan dan sudah disetujui. Ini bukti bahwa aspirasi warga benar-benar kami perjuangkan,” ujarnya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Marwoto Hadi, menilai komunikasi dua arah antara warga dan wakil rakyat menjadi faktor penting agar persoalan di tingkat kampung tidak terlewat.
“Tidak mungkin anggota dewan mengetahui semua persoalan tanpa partisipasi warga. Forum-forum seperti syukuran maupun Sambung Rasa ini sangat penting untuk menyerap aspirasi,” katanya.
Warga lainnya, Etik Kurniarti, mengaku sangat lega setelah talud di belakang rumahnya selesai dibangun.
“Kemarin benar-benar bingung karena talud yang jebol persis di belakang rumah saya. Sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih aman,” ujarnya.
Usai acara syukuran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Sambung Rasa. Warga menyampaikan aspirasi mulai dari kebutuhan lingkungan, pengamanan sungai, hingga perbaikan infrastruktur, yang langsung ditampung oleh Budi Waljiman dan Marwoto Hadi sebagai bagian dari komitmen dewan mengawal pembangunan berbasis kebutuhan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bos Mossad ke AS, Konsultasi Soal Iran dan Potensi Serangan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




