Advertisement
Pemilihan Lurah Natah Gunungkidul Digelar Februari, Bujet Rp20 Juta
Foto ilustrasi lurah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kekosongan jabatan lurah di tingkat kalurahan berpotensi menghambat layanan publik dan roda pemerintahan desa. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kalurahan Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul, segera menggelar pemilihan lurah melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan dukungan anggaran sekitar Rp20 juta.
Pejabat Lurah Natah, Suyanto, mengatakan Lurah Natah definitif, Wahyudi, memutuskan mundur pada 2025 sehingga dirinya ditunjuk sebagai pengganti sementara. Tujuannya agar roda pemerintahan dan layanan kepada masyarakat tetap berjalan meski terjadi kekosongan jabatan.
Advertisement
“Saya hanya sementara hingga ada lurah definitif yang dipilih melalui proses PAW. Untuk jabatannya, masih ada sekitar 22 bulan,” kata Suyanto, Jumat (16/1/2026).
Pemerintah kalurahan telah mengagendakan pemilihan PAW pada Februari mendatang. Oleh karena itu, disiapkan anggaran Rp20 juta guna mendukung kelancaran seluruh tahapan pemilihan.
BACA JUGA
Meski demikian, ia mengakui dalam pemilihan ini tidak semua warga dilibatkan. Pasalnya, sesuai ketentuan yang berlaku, pemilihan hanya diikuti oleh lima perwakilan dari setiap padukuhan serta anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal).
“Di Natah ada tujuh padukuhan, jadi ada 35 wakil yang memiliki hak suara dalam pemilihan. Nanti, juga masih ditambah dari anggota Bamuskal,” katanya.
Ia berharap proses pemilihan PAW dapat berjalan lancar sehingga sebelum Lebaran, lurah terpilih sudah bisa dilantik untuk meneruskan jabatan dalam sisa waktu yang ada. “Kalau prosesnya hampir sama dengan pemilihan lurah lainnya, ada pembentukan panitia, penyusunan aturan pemilihan, hingga pelaksanaan pencoblosan oleh pemilik hak suara,” katanya.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP2KB) Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan dari empat jabatan lurah yang kosong pada 2025, hanya Kalurahan Natah yang belum menggelar pemilihan lurah baru melalui proses PAW. Pasalnya, Kalurahan Mertelu, Gedangsari, dan Karangrejek di Kapanewon Wonosari telah menggelar pemilihan dan lurah terpilih juga sudah dilantik, Rabu (14/1/2026).
Adapun kekosongan jabatan Lurah Ngloro tidak dilakukan PAW merupakan hasil konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri. Menurut dia, Lurah Ngloro mundur karena maju sebagai calon legislatif pada 2023.
Berdasarkan hasil konsultasi tersebut, sambung dia, karena terjadi kekosongan, jabatan hanya diisi oleh Pejabat Lurah. Hal ini berdampak pada masa perpanjangan jabatan dua tahun pada 2024, sehingga khusus di Kalurahan Ngloro tidak ikut diperpanjang dan akan diikutkan dalam pemilihan serentak tahun ini.
“Untuk Natah belum menggelar pemilihan PAW karena belum mengalokasikan anggaran pada 2025 sehingga pelaksanaannya baru dilakukan tahun ini,” kata Kris.
Pelaksanaan PAW Lurah Natah ini menjadi momentum penting dalam memastikan kesinambungan tata kelola pemerintahan kalurahan. Proses yang transparan dan terukur diharapkan mampu melahirkan lurah definitif yang responsif terhadap kebutuhan warga, sekaligus menjaga stabilitas layanan publik di Kalurahan Natah, Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Kudus, BNPB Buka Akses Bantuan Pangan dan Logistik Pengungsi
Advertisement
Way Kambas Tutup Sementara Wisata Alam karena Konflik Gajah Liar
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



