Advertisement

Strategi Gunungkidul Tekan Kemiskinan hingga 12 Persen Tahun Ini

David Kurniawan
Jum'at, 16 Januari 2026 - 23:17 WIB
Abdul Hamied Razak
Strategi Gunungkidul Tekan Kemiskinan hingga 12 Persen Tahun Ini Foto ilustrasi warga miskin di Indonesia dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Pemkab Gunungkidul menegaskan komitmennya menekan angka kemiskinan secara lebih agresif pada 2026. Pemerintah daerah memasang target ambisius, yakni menurunkannya hingga ke kisaran 12,5%.

“Target kita 13%, tetapi kalau bisa mencapai 12,5% tentu jauh lebih baik,” ujar Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (16/1/2026).

Advertisement

Joko mengakui, capaian tersebut bukan perkara mudah. Meski begitu, ia optimistis dengan kerja terpadu lintas sektor, penurunan signifikan dapat kembali diraih seperti beberapa tahun terakhir. Ia mencontohkan, angka kemiskinan Gunungkidul pada 2024 tercatat 15,18%, kemudian turun menjadi 14,15% berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025.

“Dengan semangat dan kerja keras yang disertai program yang sudah disusun, upaya penurunan kemiskinan bisa dimaksimalkan,” kata Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) tersebut.

Untuk mengejar target terbaru, Pemkab menyiapkan berbagai langkah strategis. Program diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, mulai dari penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja produktif, hingga dukungan bagi wirausaha baru. Upaya ini dibarengi pengembangan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Tujuannya agar kesejahteraan masyarakat meningkat, sehingga jumlah warga miskin bisa ditekan secara signifikan,” jelas Joko.

Selain intervensi ekonomi, pemerintah juga mempercepat peningkatan kualitas hidup keluarga pra sejahtera. Berbagai program digulirkan melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan sanitasi dan air bersih, serta perluasan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan terpadu, berbasis data yang valid, dan melibatkan kolaborasi lintas sektor. Dengan begitu, penurunan kemiskinan bisa berlangsung lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

InJourney Bantu Bangkitkan Ekonomi Warga Pascabencana di Sumatera

InJourney Bantu Bangkitkan Ekonomi Warga Pascabencana di Sumatera

News
| Sabtu, 17 Januari 2026, 01:17 WIB

Advertisement

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Tradisi Labuhan Sarangan Magetan Raih Pengakuan WBTb

Wisata
| Jum'at, 16 Januari 2026, 21:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement