Advertisement

Dongkrak Kualitas Destinasi, DIY Targetkan Standar Global di JBM 2026

Sunartono
Rabu, 21 Januari 2026 - 15:47 WIB
Sunartono
Dongkrak Kualitas Destinasi, DIY Targetkan Standar Global di JBM 2026 JBM 2026 memperkuat Jogja sebagai hub pariwisata berstandar global dengan melibatkan ratusan buyer dan seller serta membidik pasar internasional. - Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—DIY terus berupaya memperkuat posisi Jogja sebagai hub pariwisata nasional yang berdaya saing global. Melalui ajang Jogja Business Matching (JBM) yang ke-12, DIY membidik peningkatan kualitas produk jasa pariwisata agar sesuai dengan standar internasional, khususnya pasar Eropa.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi mengatakan penyelenggaraan JBM menjadi bukti komitmen kuat untuk membangun pariwisata Indonesia dimulai dari Jogja. Menurutnya pertemuan antara buyer dan seller di sektor pariwisata ini bukan sekadar transaksi, tetapi memastikan kualitas destinasi dan atraksi DIY agar bisa meningkat lebih cepat.

Advertisement

"Tuntutan buyer terhadap produk jasa pariwisata yang berkualitas semakin tinggi, dan ini selaras dengan kebijakan Kemenparekraf untuk menjadikan Indonesia pilihan utama masyarakat dunia," ujar Imam dalam sambutan pembukaan JBM 2026 di Jogja, Rabu (21/1/2026).

Imam menekankan pentingnya adopsi standar global, terutama untuk sektor MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ia mencontohkan pasar Eropa yang sudah memiliki garis kebijakan ketat terkait Global Standard of Tourism Development yang wajib dipenuhi oleh para penyedia jasa pariwisata.

"Kita harus memastikan produk yang ditawarkan berkualitas dan berkelanjutan. Dengan belajar menyediakan standar internasional, para pelaku usaha di DIY akan lebih siap saat menawarkan jasanya ke pasar global yang lebih luas," imbuhnya.

Antusiasme peserta pada tahun 2026 ini tercatat mengalami peningkatan signifikan. Sebanyak 239 buyer dan 94 seller turut berpartisipasi, di mana lebih dari 90% seller berasal dari luar DIY. Hal ini mempertegas posisi DIY yang tidak hanya unggul sebagai destinasi pendidikan dan budaya, tetapi juga sukses menjadi pusat penghubung (hub) untuk membangun pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas.

Potensi Bisnis

"JBM 2026 diikuti oleh sekitar 94 seller yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari hotel, travel agent, desa wisata, pusat oleh-oleh, pengelola destinasi wisata, pelatihan sumber daya manusia, konsultan, hingga event organizer. Sementara itu, jumlah buyer yang berpartisipasi mencapai sekitar 200 peserta, dengan komposisi sekitar 60 persen berasal dari travel agent dan 40 persen dari non-travel," kata Project Director Jogja Business Matching (JBM) 2026, Sri Astuti.

Ia menjelaskan, konsep business matching yang diterapkan memungkinkan seller bertemu dengan buyer dalam format mixed meeting. Konsep ini diharapkan tidak hanya membuka peluang kerja sama bisnis antara seller dan buyer, tetapi juga memperluas jejaring antar buyer.

Di dalam business matching, seller akan berkesempatan bertemu dengan buyer dalam konsep mixed. Harapannya, tidak hanya seller dan buyer yang bisa menjalin networking dan kerja sama bisnis, tetapi juga di antara buyer sendiri. "Kami berharap event ini mampu menjadi jembatan seller dan buyer untuk dealing transaksi. Target potensi bisnisnya sekitar Rp2 miliar,” ujarnya.

Ketua Tim Area II Kementerian Pariwisata, Wisnanda Haris, mengungkapkan pergerakan wisatawan nusantara telah menyentuh angka 1,08 miliar pada bulan November. Selain pergerakan wisnus, Wisnanda memaparkan data pendukung lainnya, yakni kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 17,6 juta. Sektor pariwisata juga tercatat memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,9 persen.

"Kami mengapresiasi khusus Jogja sebagai tuan rumah pelaksanaan JBM. Jogja memiliki paket lengkap sebagai destinasi unggulan, mulai dari kekayaan sejarah, seni, hingga kuliner. Ada beberapa titik ikonik seperti Keraton, Malioboro, Candi Prambanan, hingga kawasan lereng Gunung Merapi sebagai daya tarik utama yang tidak terbantahkan. Jogja merupakan kekuatan budaya dan potensi pariwisata nusantara yang istimewa," tegasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Petugas Haji 2026 Jalani Latihan Semi Militer, Ini Tujuannya

Petugas Haji 2026 Jalani Latihan Semi Militer, Ini Tujuannya

News
| Rabu, 21 Januari 2026, 17:37 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement