Advertisement

Efisiensi Anggaran, Beasiswa ASN Bantul 2026 Dihentikan

Yosef Leon
Kamis, 22 Januari 2026 - 13:47 WIB
Maya Herawati
Efisiensi Anggaran, Beasiswa ASN Bantul 2026 Dihentikan Ilustrasi ASN / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemangkasan belanja daerah berdampak langsung pada skema pengembangan aparatur sipil negara (ASN) di Bantul, seusai Pemerintah Kabupaten Bantul memutuskan tidak mengalokasikan anggaran beasiswa ASN pada 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Triyanto, menyatakan program beasiswa ASN tahun ini tidak tersedia. “Untuk beasiswa ASN tahun ini memang tidak ada. Salah satu faktornya efisiensi anggaran,” ujarnya, Kamis (21/1/2026).

Advertisement

Meski skema beasiswa dihentikan, Pemkab Bantul memastikan pengembangan kompetensi ASN tetap berjalan melalui jalur lain. Pemerintah daerah masih menganggarkan peningkatan kapasitas aparatur melalui pelatihan, uji kompetensi, serta kerja sama dengan pihak luar, termasuk donor.

“Pengembangan potensi tidak harus melalui sekolah formal. Pelatihan-pelatihan tetap kami anggarkan,” kata Triyanto.

Ia menambahkan, pemetaan kebutuhan kompetensi ASN terus dilakukan untuk menentukan bidang-bidang yang paling mendesak. Penyesuaian anggaran disusun berdasarkan prioritas kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.

“Tahun lalu memang ada anggaran beasiswa ASN besarannya saya lupa, dianggarkan pada APBD perubahan. Namun saya lupa besarannya,” jelas dia.

Kepala BKPSDM Bantul Reni Mariastuti mendorong ASN tidak hanya bergantung pada beasiswa daerah untuk meningkatkan kompetensi. “ASN bisa mencari alternatif lain, baik pendidikan lanjutan maupun pelatihan,” ujarnya.

Sebagai penguatan, BKPSDM Bantul mengembangkan Bantul Corporate University sebagai wadah pembelajaran terintegrasi berbasis daring. Platform ini telah diluncurkan dan mulai berjalan tahun ini, dilengkapi Learning Management System (LMS) dan Knowledge Management System (KMS). ASN dapat belajar mandiri, mengikuti post-test, dan memperoleh sertifikat.

“Sertifikat itu akan terintegrasi dengan data kompetensi ASN dan berpengaruh pada manajemen talenta, termasuk penilaian kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, dan integritas,” jelas Reni, yang menyebut sistem ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ASN Bantul di tengah keterbatasan anggaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Pantau Rekening Pejabat Pajak, Menkeu Perketat Bersih-Bersih DJP

Pantau Rekening Pejabat Pajak, Menkeu Perketat Bersih-Bersih DJP

News
| Kamis, 22 Januari 2026, 16:37 WIB

Advertisement

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai

Wisata
| Senin, 19 Januari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement