Advertisement
Senin Malam Diguyur Hujan, Tiga Titik Longsor Landa Gunungkidul
Tanah Longsor / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, WONOSARI—Hujan deras yang mengguyur Gunungkidul sejak Senin (9/2/2026) siang berujung tiga peristiwa longsor pada malam hari. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa, namun warga diminta tetap waspada.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan longsor pertama terjadi di Padukuhan Soka, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari. Tebing setinggi sekitar lima meter dengan panjang lima meter ambrol dan menutup jalan penghubung Padukuhan Soka–Batuturu.
Advertisement
“Kejadiannya sekitar pukul 19.30 WIB. Pada saat kejadian tidak ada warga yang melintas sehingga kondisinya aman,” kata Edy, Selasa (10/2/2026).
Peristiwa kedua tercatat di Padukuhan Jatirejo, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari. Talut setinggi sekitar 2,8 meter dengan panjang 9,5 meter runtuh akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin siang.
BACA JUGA
Longsoran tersebut mengancam akses jalan antarkalurahan dari Hargomulyo menuju Mertelu. “Peristiwanya hampir bersamaan dengan tebing ambrol di Padukuhan Soka, Mertelu. Peristiwa ini hanya terjadi kerugian material dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.
Longsor ketiga terjadi di Padukuhan Wotgaleh, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar. Talut setinggi tiga meter dengan panjang sekitar 25 meter ambrol dan berdampak pada kamar mandi milik warga bernama Yatno, Wiyono.
“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB. Tim kami sudah melakukan asesmen ke lokasi kejadian. Kami berharap kepada masyarakat di daerah rawan untuk mewaspadai potensi longsor saat terjadi hujan deras,” kata Edy.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan status siaga darurat bencana hidrometeorologi telah diperpanjang hingga 31 Maret 2026 sebagai langkah antisipasi.
“Januari hingga Februari menjadi puncak musim hujan di Gunungkidul, sehingga potensi bencana harus diwaspadai,” kata Purwono.
Ia menjelaskan, hasil pemetaan rawan bencana menunjukkan potensi banjir berada di sepanjang aliran Kali Oya serta sejumlah titik di Kapanewon Girisubo. Adapun potensi longsor didominasi wilayah zona utara Gunungkidul, meliputi Kapanewon Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Ponjong.
“Untuk angin kencang potensinya menyebar di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Purwono juga mengajak masyarakat berperan aktif dalam mitigasi bencana, di antaranya dengan menjaga kebersihan saluran pembuangan air serta memangkas dahan dan ranting pohon yang terlalu rimbun.
“Saat terjadi hujan, kami juga mengimbau agar menjauhi daerah rawan bencana seperti lereng bukit, sungai, dan lainnya,” kata mantan Panewu Purwosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kendaraan Dinas Dipakai Mudik, Praktik Lama Kembali Disorot KPK
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Viral Donasi di Stasiun Tugu Jogja Bikin Resah, Ini Kata PT KAI Daop 6
- Lebaran, Jalur Lurus dan Simpang Jadi Titik Rawan Kecelakaan di Bantul
- Lereng Merapi Diserbu Wisatawan Saat Lebaran, Kaliadem Paling Ramai
- Target Tangkapan Ikan DIY Naik Gunungkidul Jadi Penopang
- Skema Jam Kerja Baru ASN Jogja Tertunda, Pemkot Tunggu Arahan
Advertisement
Advertisement







