Advertisement

Yu Beruk Wafat, Duka Seni Tradisi Yogyakarta

Sunartono
Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:17 WIB
Sunartono
Yu Beruk Wafat, Duka Seni Tradisi Yogyakarta .Yu Beruk, Sumisih Yuningsih. - Instagram.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kabar duka kembali menyentak dunia seni tradisi Yogyakarta. Maestro yang akrab disapa Yu Beruk, Sumisih Yuningsih, wafat pada Sabtu (14/2/2026) pukul 08.00 WIB, meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan seni budaya di Kota Gudeg.

Kepergian Yu Beruk menjadi kehilangan besar bagi keluarga, murid, dan komunitas seni tradisi Yogyakarta yang selama ini merasakan sentuhan dedikasinya. Di mata para pegiat seni, ia bukan sekadar seniman, melainkan sosok ibu yang membimbing, mengayomi, sekaligus menanamkan nilai ketekunan kepada generasi penerus.

Advertisement

Semasa hidupnya, Sumisih Yuningsih dikenal sebagai pribadi sederhana yang konsisten menjaga marwah tradisi. Ia aktif membina perajin serta mengembangkan karya di Sanggar Busana Nawangsih, Mantrijeron, sebuah ruang kreatif yang tumbuh menjadi pusat pembelajaran seni busana tradisional. Dari tempat inilah beragam karya lahir dan memperkaya khazanah seni budaya Yogyakarta.

Informasi wafatnya Yu Beruk disampaikan oleh pihak keluarga. Dalam pesan yang diterima, keluarga memohon doa agar seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT, segala khilaf diampuni, dan beliau memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.

Jenazah rencananya dimakamkan pada Sabtu (14/2/2026) ba’da Ashar. Rumah duka berada di Sanggar Busana Nawangsih, Dukuh, Mantrijeron, sementara prosesi pemakaman dilaksanakan di Makam Dongkelan, lokasi yang juga menjadi bagian dari perjalanan hidupnya di Yogyakarta.

Bagi kalangan seniman tradisi Yogyakarta, Yu Beruk adalah simbol ketelatenan dan kesetiaan pada akar budaya. Ia menunjukkan bahwa merawat tradisi bukan hanya menjaga bentuk lahiriah, melainkan memelihara makna, nilai, dan roh kebudayaan agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Semangat serta dedikasinya diyakini terus berdenyut melalui murid-murid dan karya yang pernah ia rintis, yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam dinamika seni tradisi Yogyakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hamas Minta TNI Netral jika Indonesia ke Gaza

Hamas Minta TNI Netral jika Indonesia ke Gaza

News
| Sabtu, 14 Februari 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan

Wisata
| Rabu, 11 Februari 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement