Advertisement
Bupati Bantul Larang Mercon dan Perang Sarung Saat Ramadan
Petasan - Ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan kekhusyukan Ramadan dengan tidak melakukan aktivitas berisiko seperti menyalakan petasan, konvoi kendaraan, hingga perang sarung. Hal ini ditegaskan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih agar bulan suci diisi dengan kegiatan positif dan aman bagi masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan menjelang Ramadan yang akan dimulai dalam waktu dekat, dengan fokus pada pencegahan potensi gangguan ketertiban umum serta keselamatan warga yang kerap terjadi setiap tahun. Pemerintah daerah menilai aktivitas berlebihan dapat mencederai makna bulan ibadah sekaligus berpotensi menimbulkan risiko sosial maupun keselamatan.
Advertisement
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menekankan Ramadan merupakan momentum ibadah yang seharusnya dimaknai dengan kegiatan positif, bukan aktivitas yang melampaui batas kewajaran seperti hura-hura maupun tindakan berbahaya.
“Ramadan itu bulan ibadah, bukan bulan untuk kesenangan yang melampaui batas. Sangat tidak pantas jika diisi dengan menyulut mercon yang membahayakan, apalagi tawuran atau perang sarung. Ini bukan bulan adu ketangkasan,” kata Halim, Selasa (17/2/2026).
BACA JUGA
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencederai nilai kesucian Ramadan melalui tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain, baik dari sisi sosial maupun moral. Pemerintah berharap masyarakat dapat mengisi bulan puasa dengan aktivitas yang aman, tertib, dan kondusif.
"Sambut dan isilah bulan puasa dengan aktivitas yang aman, tertib, dan kondusif," ungkapnya.
Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul, Rujito, menyampaikan pihaknya telah melakukan langkah cipta kondisi menjelang Ramadan melalui patroli di sejumlah wilayah. Beberapa waktu lalu, Satpol PP melakukan penertiban sampah visual di kawasan perkotaan serta memberikan perhatian terhadap keberadaan anak jalanan, termasuk anak punk.
Patroli juga difokuskan pada upaya pencegahan penyakit masyarakat (pekat) menjelang Ramadan. Untuk aspek gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satpol PP berkolaborasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Bantul karena kewenangan penanganan berada di pihak kepolisian.
“Satpol PP lebih pada patroli deteksi dini dan cegah dini melalui patroli terbuka. Kami juga akan terus berkoordinasi dengan instansi lain agar potensi gangguan keamanan seperti tahun sebelumnya bisa dicegah dan diantisipasi,” ujar Rujito.
Melalui langkah patroli dan koordinasi lintas instansi tersebut, Pemkab Bantul berharap potensi gangguan ketertiban selama Ramadan dapat diminimalkan sehingga suasana ibadah masyarakat tetap aman dan nyaman, sekaligus mencegah munculnya aktivitas berisiko seperti petasan, konvoi, maupun perang sarung yang kerap terjadi pada periode menjelang dan selama bulan puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Ungkap Rp5 Miliar dalam Lima Koper Disimpan di Safe House
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Dana Desa Dipangkas untuk KDMP, Lurah di Gunungkidul Hanya Bisa Pasrah
- Operasi Keselamatan Progo 2026 Mampu Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan
- Puasa, Begini Skema Penyaluran MBG di Gunungkidul
- Dampak Hujan, BPBD Catat 32 Titik Longsor, Warga Terpaksa Mengungsi
- Reaktivasi PBI JK Capai 2.000 Orang, Sleman Tanggung Pakai APBD
Advertisement
Advertisement






