Advertisement

Sleman Tambah 8 Dump Truck untuk PSEL Piyungan 2028

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 19 Februari 2026 - 20:37 WIB
Sunartono
Sleman Tambah 8 Dump Truck untuk PSEL Piyungan 2028 Pembuangan sampah open dumping. / Foto ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) menyiapkan pengadaan delapan unit dump truck pada 2026 sebagai bagian dari persiapan operasional Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Piyungan yang ditargetkan beroperasi pada 2028. Armada ini diproyeksikan memperkuat sistem pengangkutan sampah menuju fasilitas pengolahan regional tersebut.

Pengadaan armada pengangkut sampah tersebut telah masuk dalam rencana belanja APBD 2026, meski jadwal pasti realisasinya masih menunggu penetapan lebih lanjut. Kepala Bidang Aset BKAD Sleman, Dwi Nugroho, menyampaikan pembelian dump truck sudah direncanakan, namun belum dapat memastikan waktu pelaksanaan maupun besaran anggarannya.

Advertisement

Menurut dia, pada 2026 truk-truk tersebut akan difungsikan untuk operasional pengangkutan sampah sebagaimana armada yang telah tersedia saat ini. Terkait kebutuhan anggaran pengadaan, Dwi mengaku belum dapat membeberkan rinciannya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Sugeng Riyanta, menegaskan operasional PSEL Piyungan 2028 membutuhkan tahapan persiapan yang tidak singkat di tingkat kabupaten. Salah satu langkah konkret yang mulai dijalankan adalah penambahan sarana-prasarana pendukung berupa dump truck.

“Pengadaan dump truck ini bertahap hingga 2027. Tahun ini delapan unit dulu,” kata Sugeng saat dihubungi, Kamis (19/2/2026).

Sugeng menambahkan, pada 2027 BKAD kembali akan melakukan pengadaan sebanyak sepuluh unit dump truck. Keberadaan armada ini dinilai krusial untuk mempercepat distribusi sampah dari setiap transfer depo menuju Piyungan, Bantul, sehingga mendukung kelancaran sistem pengolahan terpadu.

Kajian dan Transfer Depo

Selain pengadaan armada, pada 2026 DLH juga akan menyusun kajian peningkatan cakupan layanan pengelolaan persampahan. Termasuk di dalamnya penyusunan kajian jaringan pelayanan persampahan serta perencanaan, konstruksi, dan pengawasan pembangunan transfer depo di tiga kapanewon.

Pada tahun berikutnya, tahapan tersebut berlanjut dengan perencanaan, konstruksi, dan pengawasan pembangunan transfer depo di tujuh kapanewon lainnya.

Sugeng sebelumnya menyampaikan telah tersedia alokasi anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk pembangunan transfer depo pada 2026. Pembangunan ini diprioritaskan bagi kapanewon yang hingga kini belum memiliki fasilitas tersebut.

Dalam skema operasional PSEL Piyungan 2028, Sleman akan memperoleh kuota pengolahan sebesar 450 ton sampah per hari. Sembari menunggu fasilitas tersebut beroperasi, DLH terus mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R), transfer depo, serta bank sampah yang tersebar di wilayah ini.

Saat ini, Sleman memiliki 44 TPS3R, tiga TPST, 14 transfer depo, dan 301 bank sampah yang menjadi tulang punggung pengelolaan sampah daerah dan bagian dari persiapan menyeluruh menuju implementasi PSEL Piyungan 2028.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Hakim PN Depok Kena OTT KPK, KY Siapkan Sidang Etik

Hakim PN Depok Kena OTT KPK, KY Siapkan Sidang Etik

News
| Kamis, 19 Februari 2026, 22:57 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement