Advertisement

Tiga SD di Gunungkidul Absen TKA, Ternyata Belum Miliki Siswa Kelas 6

David Kurniawan
Rabu, 04 Maret 2026 - 15:27 WIB
Maya Herawati
Tiga SD di Gunungkidul Absen TKA, Ternyata Belum Miliki Siswa Kelas 6 Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar / Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul mengonfirmasi adanya tiga sekolah dasar (SD) yang dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam agenda Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun ini.

Meskipun persiapan teknis untuk ujian pengganti Unas tersebut sudah memasuki tahap akhir, ketiga instansi pendidikan di Bumi Handayani ini harus absen lantaran status operasional mereka yang masih tergolong baru.

Advertisement

Berdasarkan hasil pemutakhiran data yang berakhir pada penghujung Februari lalu, tercatat sebanyak 7.856 siswa dari total 463 SD di seluruh kabupaten yang telah terdaftar sebagai calon peserta.

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan bahwa dari sekian banyak sekolah tersebut, hanya SD Baitul Quran Ponjong, SD Muhammadiyah Dawung Rongkop, dan SD Unggulan Alfalah Girisubo yang belum mengirimkan delegasi peserta didik untuk ujian akhir ini.

“Muridnya belum ada. Jadi, tidak ikut TKA tahun ini. Sedangkan SD lain mengikuti semua,” ungkap Nunuk, Rabu (4/3/2026).

Ia memaparkan bahwa ketiga sekolah tersebut memang belum memiliki jenjang kelas 6, sehingga secara otomatis tidak memenuhi syarat administratif untuk mengikuti simulasi maupun pelaksanaan inti ujian yang dijadwalkan berlangsung pada periode 20 hingga 30 April 2026 mendatang.

Penyelenggaraan TKA sendiri memiliki format yang serupa dengan Asesmen Standarisasi Pendidikan Daerah (ASPD), di mana perannya bukan sebagai penentu kelulusan siswa dari satuan pendidikan.

Hasil dari asesmen ini nantinya akan difungsikan sebagai salah satu instrumen penting dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP, khususnya bagi para siswa yang ingin memanfaatkan jalur prestasi guna mendapatkan sekolah unggulan.

“Jadi TKA bukan untuk menentukan kelulusan. Tapi, sebagai asesmen standarisasi nasional untuk mengukur capaian akademik para siswa,” kata Nunuk terkait urgensi ujian tersebut.

Di sisi lain, sekolah yang berpartisipasi seperti SD Negeri Kuwon di Kalurahan Pacarejo, Semanu, terpantau sudah mulai intensif melakukan simulasi pengerjaan soal untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Para guru kelas 6 kini fokus mendampingi persiapan mental dan akademik peserta didik agar mampu meraih skor maksimal sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Diharapkan dengan adanya pendataan yang akurat dan sosialisasi sejak dini, pelaksanaan ujian TKA di Gunungkidul dapat berjalan tanpa kendala teknis berarti, sekaligus menjadi tolok ukur efektivitas kurikulum yang diterapkan di masing-masing sekolah dasar selama satu tahun ajaran terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Konflik Timur Tengah Memanas, BPOM Jamin Stok Obat dan Pangan RI Aman

Konflik Timur Tengah Memanas, BPOM Jamin Stok Obat dan Pangan RI Aman

News
| Rabu, 04 Maret 2026, 19:07 WIB

Advertisement

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh

Wisata
| Minggu, 01 Maret 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement