Advertisement

Libur Lebaran Sepi, Wisata Bantul Kehilangan Puluhan Ribu Wisatawan

Kiki Luqman
Jum'at, 27 Maret 2026 - 11:37 WIB
Maya Herawati
Libur Lebaran Sepi, Wisata Bantul Kehilangan Puluhan Ribu Wisatawan Delman wisata tengah menunggu wisatawan di Pantai Parangtritis. - Harian Jogja - Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Kunjungan wisata di wilayah Kabupaten Bantul selama libur Lebaran 2026 tercatat menurun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini berdampak langsung pada jumlah wisatawan harian hingga pendapatan daerah dari sektor pariwisata.

Data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menunjukkan pada periode 18–24 Maret 2026 jumlah kunjungan hanya mencapai 80.333 wisatawan, dengan pendapatan asli daerah sekitar Rp1.162.328.000.

Advertisement

Angka tersebut turun jauh dibanding periode Lebaran tahun lalu pada 31 Maret hingga 7 April 2025 yang mencatat 144.085 wisatawan dengan PAD mencapai Rp2.086.592.500.

Penurunan juga terlihat dari rata-rata kunjungan harian. Tahun lalu mencapai sekitar 18.000 wisatawan per hari, sementara tahun ini hanya sekitar 11.400 wisatawan per hari.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinpar Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebut selisih penurunan jumlah wisatawan mencapai 63.752 orang.

Bukan Soal Harga Tiket Masuk

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, menegaskan bahwa tarif retribusi masuk objek wisata sebesar Rp15.000 bukan menjadi penyebab utama turunnya kunjungan.

“Saya kira bukan masalah harga tiket masuk karena di Gunungkidul juga sama harga tiketnya, dan tetap ramai kunjungan, artinya tidak satu satunya tarif retribusi itu menjadi faktor penurunan pengunjung,” ujarnya di Bantul, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, penurunan kunjungan lebih dipengaruhi kondisi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya, sehingga berdampak pada daya beli masyarakat untuk berwisata.

Selain itu, daya tarik destinasi di Bantul, terutama di kawasan pantai selatan, dinilai belum berkembang signifikan dibanding daerah sekitar seperti di Gunungkidul.

“Kita ibarat orang berdagang dengan jualan yang sama dengan pesaing sebelah ketika tetangganya banyak menu baru, destinasi baru, sementara kita masih tetap stagnan wajar kalau kemudian menjadi kalau dengan sebelah,” ucapnya.

Meski demikian, evaluasi menyeluruh belum dilakukan karena masa libur Lebaran masih berlangsung hingga akhir pekan.

“Sampai sekarang kunjungan wisata memang turun, dan masa libur Lebaran tahun ini masih sampai besok Minggu (29/3/2026), kita akan melakukan evaluasi nanti pasca tanggal 29 Maret nanti,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, sektor pariwisata di Bantul diperkirakan masih menghadapi tantangan untuk menarik kembali minat wisatawan di tengah persaingan destinasi di wilayah DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Sekolah Libur MBG Ikut Libur, Ini Alasan Badan Gizi Nasional

Sekolah Libur MBG Ikut Libur, Ini Alasan Badan Gizi Nasional

News
| Jum'at, 27 Maret 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement