Advertisement
Bukan Karangan Bunga, Anggrek Jadi Ucapan Hari Jadi DIY
Tanaman anggrek terpasang di kompleks Kepatihan, Senin (30/3/2026). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Hari Jadi ke-271 DIY diwarnai perubahan mencolok di kawasan di Kepatihan, Kota Jogja. Karangan bunga papan yang biasanya memenuhi area kini tidak terlihat, digantikan dengan tanaman hidup seperti anggrek dan pohon buah.
Kebijakan ini menjadi langkah baru Pemda DIY dalam mengubah cara penyampaian ucapan selamat. Masyarakat dan mitra kini diarahkan untuk memberikan tanaman hidup yang dinilai lebih bermanfaat bagi lingkungan.
Advertisement
Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Administrasi Umum, Srie Nurkyatsiwi, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 600.11/889/SJ terkait gerakan Indonesia Asri.
“Pemda DIY mengimbau seluruh mitra dan masyarakat yang ingin memberikan ucapan selamat agar menyalurkannya dalam bentuk tanaman hidup demi menjaga keberlangsungan lingkungan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
BACA JUGA
Menurutnya, sejak awal kebijakan ini dirancang untuk memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya sekadar mempercantik kawasan saat momentum perayaan.
“Ucapan dalam bentuk tanaman hidup ini memiliki nilai keberlanjutan. Tidak hanya memperindah saat hari jadi saja, tapi bisa kita rawat dan manfaatkan untuk menata lingkungan agar tetap asri,” katanya.
Di kawasan di Kepatihan, berbagai jenis tanaman mulai berdatangan. Selain hampers anggrek dalam pot, terdapat pula kiriman unik berupa pohon kelengkeng yang sudah berbuah dari Wali Kota Jogja.
Untuk mendukung penataan dan perawatan, Pemda DIY menggandeng Perhimpunan Anggrek Indonesia DIY, Komunitas Anggrek Merapi, Kadin, dan sejumlah pihak lain.
“Kami menyadari bahwa kami bukan ahlinya, maka kami membuka diri menjadi ‘laboratorium’ bagi para pakar dan pecinta tanaman. Nantinya, akan ada transfer knowledge atau pembekalan dari para ahli ini kepada tenaga taman dan outsourcing kami di Kepatihan,” jelas Siwi.
Melalui kerja sama tersebut, petugas kebersihan mendapatkan edukasi terkait cara merawat tanaman, mulai dari teknik penyiraman hingga pemupukan yang tepat.
Keterampilan ini diharapkan tidak hanya bermanfaat di lingkungan kerja, tetapi juga menjadi bekal tambahan bagi para petugas di rumah.
Selain itu, kebijakan ini juga membuka ruang promosi bagi pembudi daya tanaman hias lokal. Pemda DIY mempersilakan asosiasi untuk memasang barcode pada tanaman yang ditata di kawasan tersebut.
“Ini adalah sinergi yang saling menguntungkan. Pembudi daya mendapatkan manfaat ekonomi dan media promosi, sementara kawasan Kepatihan menjadi lebih indah dan asri. Saat ini sudah ada belasan pohon yang siap dihias,” katanya.
Dengan pendekatan ini, ucapan Hari Jadi DIY tidak lagi berakhir sebagai limbah dari karangan bunga papan, melainkan berubah menjadi elemen hijau yang terus tumbuh dan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mendikdasmen: Siswa Curang Saat TKA SD-SMP Langsung Diberi Nilai Nol
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement






