Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Salah seorang petani di Kalurahan Semin, Semin sedang melakukan pemupukan terhadap tanaman padi yang ditanam di lahannya, Sabtu (4/4). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Budidaya padi berumur pendek mulai dikembangkan di wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul sebagai strategi menghadapi keterbatasan air. Varietas ini memungkinkan petani memanen lebih cepat dibanding padi konvensional.
Sekretaris Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan padi umumnya dipanen dalam 120 hari. Namun kini tersedia varietas yang bisa dipanen sekitar 90 hari.
“Padi dengan usia pendek ini sudah mulai dibudidayakan petani Gunungkidul, khususnya di wilayah pesisir,” kata Raharjo, Senin (6/4/2026).
Beberapa varietas yang digunakan antara lain Pajajaran, Trisakti, dan MD70. Menurutnya, pilihan ini banyak diminati petani di kawasan pesisir karena kondisi lahan yang didominasi tadah hujan.
“Rata-rata di wilayah pesisir merupakan ladang tadah hujan, jadi hanya ditanam padi saat awal musim hujan sehingga dipilih yang cepat panen,” ujarnya.
Dari sisi produktivitas, hasil panen di lahan kering masih tergolong cukup baik. Berdasarkan pengubinan, produksi bisa mencapai sekitar lima ton gabah kering giling per hektare.
“Memang di Gunungkidul, padi berusia pendek ini banyak dikembangkan di lahan kering dan bukan persawahan,” katanya.
Dengan masa tanam yang lebih singkat, peluang panen beberapa kali dalam setahun terbuka. Namun, Raharjo menilai kondisi tersebut sulit diterapkan secara optimal di Gunungkidul.
Ia menjelaskan, panen hingga empat kali dalam setahun membutuhkan ketersediaan air yang stabil, sementara sebagian besar wilayah merupakan lahan kering. Selain itu, faktor sumber daya manusia dan jeda tanam juga memengaruhi produktivitas.
“Kalau Gunungkidul bisa panen tiga kali sudah sangat bagus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan bahwa di akhir musim hujan seperti sekarang, tanaman berumur pendek menjadi prioritas untuk mengurangi risiko gagal panen.
“Ada padi yang masa tanam hanya 90 hari. Kalau tidak ditanam padi, bisa ke tanaman lain seperti kedelai, jagung hingga singkong yang tidak butuh banyak air sehingga petani tetap bisa panen,” katanya.
Program ini diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim dan ketersediaan air di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar dan destinasi wisata favorit, tetapi kini juga menjadi pusat studi banding keselamatan berkendara
Cek jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 26 Mei 2026. Simak jam favorit dan tips agar tak kehabisan tiket.
Cek jadwal SIM keliling Jogja 26 Mei 2026 di Condongcatur. Layanan 08.30–13.00 WIB, syarat lengkap perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca Jogja 26 Mei 2026: Sleman berpotensi hujan ringan, wilayah DIY lain berawan dengan suhu 22–31 derajat Celsius.
Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dinilai bisa menjadi jalan bagi SMK untuk keluar dari ketergantungan anggaran dan mulai membiayai pengembangannya sendiri