Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Salah seorang petani di Kalurahan Semin, Semin sedang melakukan pemupukan terhadap tanaman padi yang ditanam di lahannya, Sabtu (4/4). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Budidaya padi berumur pendek mulai dikembangkan di wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul sebagai strategi menghadapi keterbatasan air. Varietas ini memungkinkan petani memanen lebih cepat dibanding padi konvensional.
Sekretaris Dinas Pertanian Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan padi umumnya dipanen dalam 120 hari. Namun kini tersedia varietas yang bisa dipanen sekitar 90 hari.
“Padi dengan usia pendek ini sudah mulai dibudidayakan petani Gunungkidul, khususnya di wilayah pesisir,” kata Raharjo, Senin (6/4/2026).
Beberapa varietas yang digunakan antara lain Pajajaran, Trisakti, dan MD70. Menurutnya, pilihan ini banyak diminati petani di kawasan pesisir karena kondisi lahan yang didominasi tadah hujan.
“Rata-rata di wilayah pesisir merupakan ladang tadah hujan, jadi hanya ditanam padi saat awal musim hujan sehingga dipilih yang cepat panen,” ujarnya.
Dari sisi produktivitas, hasil panen di lahan kering masih tergolong cukup baik. Berdasarkan pengubinan, produksi bisa mencapai sekitar lima ton gabah kering giling per hektare.
“Memang di Gunungkidul, padi berusia pendek ini banyak dikembangkan di lahan kering dan bukan persawahan,” katanya.
Dengan masa tanam yang lebih singkat, peluang panen beberapa kali dalam setahun terbuka. Namun, Raharjo menilai kondisi tersebut sulit diterapkan secara optimal di Gunungkidul.
Ia menjelaskan, panen hingga empat kali dalam setahun membutuhkan ketersediaan air yang stabil, sementara sebagian besar wilayah merupakan lahan kering. Selain itu, faktor sumber daya manusia dan jeda tanam juga memengaruhi produktivitas.
“Kalau Gunungkidul bisa panen tiga kali sudah sangat bagus,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, menambahkan bahwa di akhir musim hujan seperti sekarang, tanaman berumur pendek menjadi prioritas untuk mengurangi risiko gagal panen.
“Ada padi yang masa tanam hanya 90 hari. Kalau tidak ditanam padi, bisa ke tanaman lain seperti kedelai, jagung hingga singkong yang tidak butuh banyak air sehingga petani tetap bisa panen,” katanya.
Program ini diharapkan dapat menjaga produktivitas pertanian sekaligus menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim dan ketersediaan air di wilayah Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Trans Jogja mencakup berbagai jalur utama yang menghubungkan titik-titik penting seperti kawasan wisata, pusat pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Jadwal Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (11/7/2026)
Jadwal Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) rute Jogja–Kutoarjo pada Sabtu (11/7/2026) kembali menjadi incaran penumpang.
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April