Bursa Pilur Gunungkidul Diramaikan 3 PNS, Izin Cuti Sudah Terbit
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Ilustrasi lurah atau kepala desa./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — DPMKP2KB Gunungkidul memastikan pemilihan lurah (pilur) serentak akan digelar di 31 kalurahan pada 2026. Tahapan pelaksanaan direncanakan mulai akhir Mei mendatang.
Kepala Bidang Bina Administrasi dan Aparatur Pemerintahan Kalurahan DPMKP2KB Gunungkidul, Kriswantoro, mengatakan pihaknya telah berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait pelaksanaan pilur tersebut.
Hasilnya, tahapan pemilihan diperbolehkan tetap berjalan meski Peraturan Pemerintah turunan dari Undang-Undang No.3/2024 tentang Desa belum diterbitkan.
Acuan Aturan dan Masa Jabatan
Menurut Kriswantoro, pelaksanaan pilur masih mengacu pada Perda No.1/2023 tentang Lurah. Namun, ketentuan masa jabatan enam tahun dalam perda tersebut otomatis menyesuaikan dengan aturan terbaru dalam UU Desa yang menetapkan masa jabatan lurah menjadi delapan tahun.
“Intinya kami sudah bisa mulai melakukan tahapan pilihan lurah dan aturannya disesuaikan dengan Undang-Undang tentang Desa yang baru,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Saat ini, Pemkab Gunungkidul juga tengah menyiapkan regulasi teknis, termasuk penyusunan Surat Keputusan Bupati terkait tahapan pelaksanaan pilur di wilayah tersebut.
Tahapan Dimulai Akhir Mei
Sesuai ketentuan, tahapan pemilihan dimulai enam bulan sebelum masa jabatan lurah berakhir. Proses ini diawali dengan pemberitahuan dari Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), kemudian dilanjutkan pembentukan panitia pemilihan di masing-masing kalurahan.
“Pemberitahuan masa jabatan lurah akan habis dalam enam bulan akan diinformasikan oleh Bamuskal di masing-masing kalurahan,” katanya.
Anggaran Rp2,6 Miliar Siap Digunakan
Dari sisi anggaran, pelaksanaan pilur dipastikan tidak mengalami kendala. Pemerintah kabupaten telah menyiapkan dana sebesar Rp2,6 miliar yang tercantum dalam APBD 2026.
Rinciannya, sebesar Rp200 juta dialokasikan untuk operasional kedinasan, sedangkan Rp2,4 miliar disalurkan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk penyelenggaraan di tingkat kalurahan.
“Pagu anggaran ini sudah masuk dalam APBD 2026 dan tinggal melaksanakan,” jelas Kriswantoro.
DPRD Pastikan Payung Hukum Jelas
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Gunawan, menilai tidak ada persoalan terkait pelaksanaan pilur serentak tersebut.
Menurutnya, meski Peraturan Pemerintah belum terbit, dasar hukum sudah cukup jelas melalui UU Desa terbaru.
“PP memang belum turun dan acuan pelaksanaan masih mengacu pada Perda No.1/2023, tapi apabila ada ketentuan yang bertentangan dengan Undang-Undang No.3/2024 tentang Desa, maka ketentuan dalam perda secara otomatis langsung gugur,” katanya.
Pelaksanaan pilur serentak ini diharapkan berjalan lancar dan mampu menghasilkan pemimpin kalurahan yang kompeten serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Kemlu memantau sekitar 45 WNI di Nepal setelah banjir bandang Nepal-Tibet. Hingga 27 Agustus, belum ada laporan WNI terdampak.
Kebakaran di Aljazair menewaskan 12 orang. Sebanyak 118 dari 182 kebakaran berhasil dipadamkan, sementara api lainnya masih ditangani.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.