Advertisement
Bus Sekolah Sleman Timur Laris, Hampir 1.000 Penumpang
Bus Sekolah - Instagram: Dinas Perhubungan Sleman
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Layanan Bus Sekolah “Si Bulan” di Sleman Timur mulai menunjukkan potensi besar. Dalam waktu sebulan, jumlah penumpang di dua koridor baru bahkan nyaris menembus angka 1.000 orang.
Data operasional Maret 2026 mencatat total 973 penumpang dilayani pada Koridor 3 dan Koridor 4, meski sempat terpotong libur Hari Raya Idulfitri. Angka ini menjadi sinyal awal kuatnya kebutuhan transportasi publik di wilayah timur Sleman.
Advertisement
Secara rinci, shift pagi mencatat 433 penumpang, sementara shift sore lebih tinggi dengan 540 penumpang. Lonjakan pada sore hari menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat setelah aktivitas sekolah dan kerja.
Kepala Seksi Keselamatan Transportasi Dishub Sleman, Rosalyna Setia Wardhani, menjelaskan bahwa pengguna layanan pada pagi hari didominasi pelajar. Di Koridor 3 tercatat 327 pelajar, sedangkan Koridor 4 sebanyak 168 pelajar.
BACA JUGA
“Dominasi pelajar ini menegaskan bus sekolah menjadi solusi penting akses pendidikan, khususnya di jalur Pakem hingga kawasan Adisutjipto,” ujarnya.
Menariknya, pengguna dari kalangan umum mulai meningkat, terutama pada sore hari. Tercatat 247 penumpang umum memanfaatkan Koridor 4, yang menghubungkan kawasan bandara dengan wilayah permukiman dan wisata di Pakem.
“Dua koridor ini baru dibuka per Maret kemarin,” kata Rosalyna.
Layanan sempat dihentikan sementara saat libur Idulfitri 1447 H pada 18–24 Maret 2026, sebelum kembali beroperasi pada 25 Maret.
Dari sisi armada, Koridor 3 dilayani bus besar berwarna abu-abu, sedangkan Koridor 4 menggunakan bus besar berwarna biru. Capaian hampir 1.000 penumpang dalam kondisi bulan terpotong libur dinilai sebagai indikator kuat potensi pertumbuhan ke depan.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Dishub Sleman, Marjana, menyebut saat ini pihaknya masih fokus mengoptimalkan empat koridor yang sudah ada.
“Kami masih mengoptimalkan empat koridor. Ada rencana penambahan, tetapi menunggu kepastian pembangunan sekolah rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kajian pengembangan jaringan transportasi sebenarnya sudah tersedia, namun implementasi masih terkendala kebutuhan anggaran dan koordinasi lintas instansi.
“Idealnya Sleman memiliki delapan koridor. Saat ini baru empat. Kami juga mempertimbangkan dukungan CSR untuk memenuhi kebutuhan sarana dan operasional,” katanya.
Ke depan, penguatan koridor di Sleman Timur diprediksi menjadi tulang punggung sistem transportasi terintegrasi, terutama dalam mendukung mobilitas pelajar dan masyarakat umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Besok Prabowo Bertemu Putin di Moskow, Bahas Energi dan Global
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- El Nino Berpotensi Picu Kekeringan, Ini Langkah Antisipasi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 12 April 2026, Lengkap dari Tugu ke Palur
- Hasto Luncurkan Penataan Kampung Lampion di Bantaran Code Jogja
- PSS Tumbang 0-1 di Kandang Barito, Rekor Tak Terkalahkan Terhenti
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini, Berangkat dari Palur hingga Tugu
Advertisement
Advertisement








