Advertisement

100 Persen SMP Negeri Jogja Jadi Sekolah SPAB Aman Bencana

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 23 April 2026 - 04:17 WIB
Sunartono
100 Persen SMP Negeri Jogja Jadi Sekolah SPAB Aman Bencana Foto ilustrasi siswa berangkat sekolah menaiki sepeda, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengumumkan capaian bersejarah dimana seluruh 16 SMP Negeri telah ditetapkan sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di 2026 ini. Program nasional ini bertujuan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah melalui pelatihan, simulasi evakuasi, dan budaya siaga.

Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat menilai pencapaian pada SMP negeri ini menunjukkan komitmen kuat pendidikan menengah di Kota Jogja dalam upaya melakukan mitigasi bencana.

Advertisement

"Ini menjadi capaian penting dalam membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan Kota Jogja," ujarnya Rabu (22/4/2026). SPAB tidak hanya formalitas administratif tetapi harus menjadi budaya kesiapsiagaan berkelanjutan di setiap sekolah.

Namun untuk capaian SD Negeri memang masih perlu ditingkatkan. Pasalnya saat ini baru tercatat hanya 21 dari 144 sekolah atau 14,6% yang telah ditetapkan sebagai SPAB. Menurutnya keterbatasan anggaran akibat efisiensi pemerintah pusat menjadi salah satu tantangan utama percepatan dalam program SPAB.

"SPAB ini bukan sekadar program, tetapi harus menjadi budaya di lingkungan sekolah. Karena itu kami mendorong penguatan peran sekolah, tujuannya agar mampu melaksanakan secara mandiri dalam memitigasi bencana," tegas Nur Hidayat.

Tahun ini BPBD menargetkan pelatihan intensif di tujuh SD Negeri yaitu SDN Gedongkuning, SDN Gedongtengen, SDN Jetisharjo, SDN Bumijo, SDN Sindurejan, SDN Balirejo, dan SDN Tahunan.

Pelatihan mencakup materi potensi bencana lokal, penanganan darurat, evakuasi, serta simulasi lapangan. Metode praktik langsung diharapkan membentuk insting kesiapsiagaan siswa dan guru terhadap gempa, kebakaran, maupun bencana lainnya.

Program SPAB digagas Pemkot Jogja sejak 2022 dengan perluasan bertahap setiap tahun. Meskipun belum semua sekolah mencapai status SPAB, Nur optimistis kolaborasi lintas sektor, keterlibatan guru, dan partisipasi pelajar akan mempercepat target. "Ini bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Jogja tangguh bencana," tutupnya.

Keberhasilan SMP Negeri menjadi momentum memperluas budaya aman bencana ke jenjang dasar demi generasi siaga bencana Kota Gudeg.

Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) merupakan program krusial untuk membangun budaya siaga dan pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah melalui tiga pilar utama: fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah, serta pendidikan pencegahan dan pengurangan risiko bencana.

Dengan menerapkan standar SPAB, sekolah tidak hanya diperkuat secara struktural agar tahan terhadap ancaman fisik seperti gempa atau banjir, tetapi juga membekali seluruh warga sekolah dengan pengetahuan dan keterampilan evakuasi yang tepat.

Melalui integrasi kurikulum kebencanaan dan simulasi rutin, program ini bertujuan untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi siswa dan tenaga pendidik dari dampak buruk bencana alam maupun non-alam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Bareskrim Tindak Tegas Penjual Phishing Tools Lintas Negara

Bareskrim Tindak Tegas Penjual Phishing Tools Lintas Negara

News
| Rabu, 22 April 2026, 23:07 WIB

Advertisement

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Vietnam Terapkan Kartu Kedatangan Digital di Bandara

Wisata
| Rabu, 22 April 2026, 11:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement