234,73 Km Jalan Kabupaten Sleman Belum Mantap, Pemkab Siapkan Rp108,88 Miliar

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Selasa, 13 Oktober 2026 21:07 WIB
234,73 Km Jalan Kabupaten Sleman Belum Mantap, Pemkab Siapkan Rp108,88 Miliar

Foto ilustrasi. /Ist-Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Sepanjang 234,73 kilometer jalan kabupaten di Sleman masih masuk kategori tidak mantap berdasarkan survei kondisi jalan 2025. Untuk menangani kerusakan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengalokasikan anggaran Rp108,88 miliar pada 2026 untuk peningkatan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jalan beserta infrastruktur pendukungnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, mengatakan wilayahnya memiliki 371 ruas jalan kabupaten dengan panjang keseluruhan 733,67 kilometer. Data tersebut mengacu pada SK Bupati Sleman Nomor 87.3/Kep.KDH/A/2025 tentang Status Jalan Kabupaten.

“Berdasarkan hasil survei 2025, kondisi jalan kabupaten yang mantap mencapai 68,01%, sedangkan 31,99% lainnya masih dalam kondisi tidak mantap,” kata Sukarmin dalam jumpa pers di Pemkab Sleman, Selasa (13/10/2026).

Dari total panjang jalan tersebut, ruas berkondisi baik mencapai 209,04 kilometer atau 28,49%. Jalan dengan kondisi sedang sepanjang 289,90 kilometer atau 39,51%.

Sementara itu, jalan rusak ringan tercatat sepanjang 221,76 kilometer atau 30,23%. Adapun jalan rusak berat mencapai 12,97 kilometer atau 1,77%.

Dengan demikian, sekitar 234,73 kilometer jalan kabupaten masih membutuhkan penanganan agar kondisinya meningkat. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menjaga kelancaran mobilitas warga, distribusi barang, dan akses menuju berbagai kawasan di Sleman.

Anggaran untuk Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan

Pada 2026, DPUPKP Sleman menyiapkan sejumlah program penanganan jalan. Peningkatan jalan direncanakan sepanjang 12,80 kilometer, sedangkan rehabilitasi mencakup 14,65 kilometer.

Selain pekerjaan tersebut, pemeliharaan rutin ditargetkan menjangkau jalan sepanjang 460 kilometer. Pemeliharaan rutin diperlukan untuk menjaga kondisi ruas yang masih dapat digunakan sekaligus mengurangi risiko kerusakan yang lebih berat.

Sukarmin menyebut anggaran pemantapan jalan pada 2026 mencapai Rp108.880.364.095 atau sekitar Rp108,88 miliar. Dana tersebut juga digunakan untuk mendukung pemeliharaan infrastruktur pendukung jalan.

Pemkab Sleman turut merencanakan penggantian tiga jembatan, yakni Jembatan Tumut, Jembatan Nyamplung, dan Jembatan Pagerjurang. Penanganan juga mencakup 14 gorong-gorong, serta pemeliharaan rutin terhadap 50 jembatan dan gorong-gorong.

Rangkaian pekerjaan tersebut ditujukan untuk menjaga fungsi jaringan jalan dan infrastruktur pendukungnya. Namun, penanganan jalan yang tidak mantap dilakukan secara bertahap sesuai program dan alokasi anggaran yang tersedia.

Kendaraan Berat Jadi Salah Satu Tantangan

Sukarmin mengatakan penanganan jalan kabupaten menghadapi sejumlah kendala, termasuk kendaraan pengangkut material yang melampaui batas tonase. Aktivitas pembangunan jalan tol juga berpotensi menambah beban lalu lintas kendaraan berat pada sejumlah ruas jalan.

“Jalan kabupaten tidak dirancang untuk menanggung lalu lintas kendaraan berat secara terus-menerus. Angkutan material yang melebihi tonase berpotensi mempercepat kerusakan jalan,” ujarnya.

Selain beban kendaraan, keterbatasan anggaran turut memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam menangani seluruh ruas yang mengalami kerusakan.

Bagi masyarakat, kondisi jalan berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kelancaran perjalanan sehari-hari. Jalan yang rusak juga berpotensi mengganggu distribusi barang dan meningkatkan biaya operasional kendaraan.

Karena itu, selain memperbaiki ruas yang rusak, pengawasan terhadap kendaraan dengan muatan berlebih dan pemeliharaan berkala menjadi bagian penting untuk menjaga agar jalan yang sudah mantap tidak cepat kembali rusak.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online