Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Foto ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 20 titik aliran sungai di Gunungkidul diusulkan untuk dikeruk guna mengurangi sedimentasi dan menekan risiko banjir saat musim hujan. Namun, pelaksanaannya akan mempertimbangkan skala prioritas karena keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Sigit Swastono, mengatakan pemerintah kabupaten terus menjalankan program mitigasi bencana hidrometeorologi untuk mengurangi dampak bencana.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah normalisasi luweng yang telah berjalan sejak 2025. Selain itu, pemerintah mengusulkan pengerukan alur sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Untuk titiknya, kita koordinasi dengan BPBD Gunungkidul. Hasilnya ada 20 aliran Sungai yang diusulkan dilakukan pengerukan,” kata Sigit, Selasa (27/10/2026).
Meski belum merinci seluruh lokasi, Sigit menyebut titik-titik yang diusulkan berada di Kapanewon Semin, Ngawen, Nglipar, Wonosari, hingga Playen. Dua sungai yang masuk dalam usulan tersebut adalah Sungai Besole dan Sungai Kepek di Kapanewon Wonosari.
“Lokasi Sungai yang diusulkan dikeruk adalan Sungai Besole dan Kepek di Kapanewon Wonosari,” katanya.
Pengerukan Menyesuaikan Anggaran
Sigit mengatakan pengerukan direncanakan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, tidak semua usulan dipastikan dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran.
Pemerintah akan melakukan peninjauan lapangan untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas pengerukan. Penentuan tersebut mempertimbangkan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.
“Anggarannya terbatas. Makanya ada peninjauan lapangan untuk menentukan skala prioritas Sungai yang akan dikeruk,” katanya.
Menurut Sigit, pengerukan diperlukan untuk menormalisasi aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat penumpukan lumpur. Dengan kondisi aliran yang lebih lancar, fungsi sungai diharapkan kembali optimal sehingga potensi banjir dapat dikurangi.
“Makanya diusulkan dikeruk agar aliran bisa lebih lancer,” katanya.
BPBD Gunungkidul Lakukan Asesmen
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengatakan pemerintah kabupaten memiliki program normalisasi sungai sebagai salah satu upaya mengurangi risiko banjir.
BPBD berkoordinasi dengan DPUPRKP untuk melakukan asesmen terhadap sungai-sungai yang mengalami sedimentasi parah. Hasil asesmen tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan lokasi yang diusulkan masuk program normalisasi.
“Ada 20 titik yang diusulkan untuk dikeruk, tapi datanya tidak hafal. Untuk pastinya, saya sedang meminta ke Pusdalops mengenai aliran Sungai yang akan dikeruk,” kata Nanang.
Ia menjelaskan pengerukan bertujuan mengembalikan kelancaran aliran sungai agar potensi banjir dapat ditekan. Selain normalisasi, BPBD juga telah memasang sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) banjir di sejumlah lokasi.
“Untuk mitigasi, kami juga sudah memasang EWS banjir di beberapa titik seperti di Kali Oya Semin dan Kali Besole di Wonosari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Sinyal HP penuh tetapi internet lemot di tempat ramai? Kenali penyebab kepadatan jaringan dan empat cara untuk mengatasinya.
PSS Sleman tertinggal 0-1 dari Borneo FC pada babak pertama pekan ketujuh Super League 2026/2027. Dandy Sonriza mencetak gol, Stefan Ashkovski dikartu merah.
iOS 27.2 membawa dukungan bahasa baru untuk Siri AI, peningkatan aplikasi Apple, dan perbaikan lebih dari 160 kerentanan keamanan.
Jadwal MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober–1 November. Simak jadwal latihan, kualifikasi, sprint race, dan balapan utama WIB.
Pemda DIY menargetkan penataan 23 fasad bangunan Malioboro pada 2026 dengan anggaran Rp1,17 miliar untuk menjaga karakter kawasan Sumbu Filosofi.