Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Sejumlah pengurus Kapanewon (PK) partai Golkar di Gunungkidul berkumpul untuk menyerukan agar musda partai segera digelar, Jumat (30/10). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pengurus Partai Golkar tingkat kapanewon mendesak Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Gunungkidul segera digelar. Pasalnya, agenda pemilihan ketua partai di tingkat kabupaten tersebut belum terlaksana hampir setahun sejak pertama kali dijadwalkan pada 8 November 2025.
Desakan ini disampaikan pengurus dari 18 kapanewon yang berkumpul untuk menyuarakan keprihatinan atas belum jelasnya agenda pergantian kepengurusan Partai Golkar di Gunungkidul.
Ketua Pengurus Kapanewon (PK) Golkar Ponjong, Supriyono, mengatakan penundaan Musda yang berlangsung berulang kali menimbulkan pertanyaan di kalangan pengurus tingkat kapanewon.
"Satu Minggu lagi akan merayakan setahun penundaan musda Golkar di Gunungkidul," kata Supriyono, Jumat (30/10/2026).
Ia mempertanyakan alasan Musda Golkar Gunungkidul belum juga dilaksanakan. Padahal, sejumlah kabupaten dan kota lain di DIY telah menyelenggarakan agenda serupa.
"Yang belum hanya Gunungkidul," katanya.
Pengurus Minta AD/ART Jadi Pedoman
Menurut Supriyono, pelaksanaan Musda semestinya tidak menjadi persoalan karena mekanismenya telah diatur dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) partai.
Ia berharap aturan organisasi tersebut dijadikan pedoman dalam pelaksanaan Musda. Terlebih, petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) disebut telah tersedia.
"Harapannya AD ART partai dijadikan pedoman karena petunjuk pelaksanaan [juklak] dan petunjuk teknis [juknis] sudah jelas. Ini seharusnya yang menjadi dasar dilakukan musda dan tidak mundur terus," kata dia.
Supriyono juga meminta pengurus partai di tingkat yang lebih tinggi bersikap bijaksana dalam menyikapi penundaan tersebut. Ia khawatir ketidakjelasan jadwal Musda berdampak terhadap soliditas internal partai.
"Kalau terus dibiarkan malah bahaya. Makanya musda harus segera digelar dan hasilnya harus bisa dihormati semuanya," katanya.
Pelaksanaan Musda Menunggu Keputusan DPD DIY
Terpisah, Ketua DPRD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho, membenarkan Musda Golkar Gunungkidul belum terlaksana. Ia mengakui sejumlah agenda pelaksanaan sempat disusun, tetapi beberapa kali mengalami penundaan.
Menurut Heri, jadwal terakhir Musda ditetapkan pada Minggu (25/10/2026). Namun, agenda tersebut kembali ditunda karena bertepatan dengan acara hari ulang tahun partai.
"Untuk pelaksanaan masih menunggu keputusan dari DPD Golkar DIY," katanya.
Dengan demikian, hingga Jumat (30/10/2026), pelaksanaan Musda Golkar Gunungkidul masih menunggu keputusan DPD Golkar DIY. Sementara itu, pengurus tingkat kapanewon berharap agenda tersebut segera mendapatkan kepastian agar proses suksesi kepemimpinan dan konsolidasi internal partai dapat berjalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Ketua DPD Golkar DIY Singgih Januratmoko memastikan Musda XI Golkar Gunungkidul tetap digelar dan meminta kader menjaga soliditas.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Sabtu 31 Oktober 2026 bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin masuk tujuh kandidat Direktur Jenderal WHO. Pemilihan dijadwalkan berlangsung pada Mei 2027.
Kelurahan Gowongan mengedukasi orang tua tentang TBC pada anak sebagai upaya mencegah penularan dan mendukung pencegahan stunting.
Menag Nasaruddin Umar mendorong pesantren menghidupkan tradisi keilmuan Baitul Hikmah dan melahirkan ilmuwan lintas disiplin.