Lahan Bandara Kulonprogo Terus Dipagari

Suasana pemagaran lahan IPL NYIA yang diwarnai kericuhan, di Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Rabu (12/4/2018). Sejumlah orang dari personel kepolisian, dan warga terjatuh akibat saling dorong. - Harian Jogja/Uli Febriarni
17 April 2018 13:50 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemagaran lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) New Yogyakarta International Airport (IPL NYIA) oleh PT Angkasa Pura Properti (PT APP) kembali dilanjutkan di kawasan Pantai Congot, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Senin (16/4/2018).

Pimpinan Proyek Pemagaran IPL NYIA PT APP, Arief Budiman menerangkan pemagaran di tepian Sungai Bogowonto menemui sejumlah kendala. Misalnya adanya kapal penyedot pasir milik proyek yang sedang bersandar di tepi sungai. Selain itu, patok IPL tergerus air dan masuk ke dalam perairan. Sehingga pihak proyek memilih untuk memasang pagar dengan titik lebih mengarah ke daratan. "Jadi itu kendala alam ya," kata dia, Senin.

Arief menambahkan, dengan dilanjutkannya pemagaran di Congot ini, maka sisa lahan yang perlu dipagari di kawasan itu hanya tersisa lebih kurang 100 meter saja. Disinggung perihal kelanjutan pemagaran di atas IPL yang berada dekat rumah warga penolak NYIA, Arief tak berkomentar banyak. Baginya, pelaksana proyek pemagaran di Dusun Sidorejo, Desa Glagah masih menjaga suasana kondusif di tengah masyarakat.

"Kami ikut saja jadwal dari PT Angkasa Pura I," terangnya. Ia memperkirakan, pemagaran di Dusun Sidorejo baru akan dilakukan setelah tahapan pengosongan lahan selesai dilakukan. Hal itu membantu agar jajaran kepolisian tidak perlu dua kali bekerja dalam melakukan pengamanan. Menurut dia, kepolisian bisa mengamankan cukup pada saat pengosongan. Setelah itu, dimungkinkan proyek pemagaran bisa dikerjakan dengan leluasa.

"Untuk pagar tinggal kurang satu rumah saja, dekat Jalan Diponegoro. Ada bagian pagar yang memang terbuka, karena untuk akses warga," paparnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo, Ajun Komisaris Polisi Dicky Hermansyah mengatakan, hari ini belum muncul laporan perihal perusakan pagar di IPL NYIA. Jajarannya sudah menurunkan sekitar lima orang petugas untuk mengawasi lokasi pagar untuk mencegah terjadinya perusakan oleh warga atau pihak tertentu. Selain itu ia meminta bantuan masyarakat sekitar turut membantu mengawasi pagar agar tetap utuh terpasang.

"Ini upaya preventif, kalau kebobolan [dirusak, dilepas], baru kami laksanakan upaya represif. Kami periksa semuanya," ucapnya.