Film Bisa Jadi Media Pelestari Seni dan Budaya

Kegiatan workshop film yang digelar Dinas Kebudayaan Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Senin (14/5). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
14 Mei 2018 16:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul berupaya melestarikan seni budaya yang ada di Gunungkidul dengan media film, dengan begitu diharapkan tidak ada yang mengklaim budaya yang dimiliki Gunungkidul.

Kepala Seksi Seni dan Film Disbud Gunungkidul Purnawan Widayatno mengatakan dengan diselenggarakannya workshop pembuatan film yang ditujukan pada pengurus desa budaya dan rintisan desa budaya diharapkan dapat mempertahankan budaya yang ada dan tidak diklaim di tempat lain.

“Media film dokumenter ini dirasa paling mudah digunakan untuk menjaga budaya. Baik adat tradisi, seni, permainan, sastra, kuliner, semua dapat didokumentasikan dengan media film tersebut, sehingga tidak ada klaim dari pihak lain. Film tersebut dapat jadi bukti otentik,” katanya seusai kegiatan workshop film di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Senin (14/5).

Dia mengatakan saat ini yang menjadi kendala tidak semua sumber daya manusia (SDM) yang mengelola wisata paham mengenai dunia perfilman. Ia berharap dengan workshop tersebut paling tidak masyarakat mulai tergerak untuk membuat film dokumenter, sehingga kedepan berdampak positif juga untuk desa.

“Harapannya nanti dapat mandiri, setelah workshop ini mulai praktik atau mencari referensi sendiri. Sehingga nanti hasil film tersebut juga dapat dipublikasikan, dan dikenal masyarakat luas,” ucapnya.