Waspadai Kedatangan Orang Tak Dikenal di Lingkungan Anda!

Ilustrasi terorisme - JIBI
17 Mei 2018 12:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo terus mengantisipasi munculnya ancaman terorisme, demi menciptakan keamanan, ketertiban lingkungan masyarakat. Salah satunya memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat dan bersinergi bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas).

Kapolres Kulonprogo, AKBP Anggara Nasution, mengungkapkan di tengah stabilitas keamanan seperti saat ini, masyarakat diminta untuk tetap tenang, karena Polri akan tetap menjalankan tugas sebaik-baiknya dalam memberikan perlindungan, pelayanan serta penegakan hukum.

Anggara juga meminta warga masyarakat mewaspadai berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, serta tidak mengunggah ke media sosial foto-foto maupun video yang menggambarkan kekerasan dan kesadisan. "Kampanye tolak hoaks juga kami lakukan saat safari Salat Subuh di sejumlah masjid dan lewat Bhabinkamtibmas," kata dia, Kamis (17/5/2018).

Ia menambahkan, masyarakat perlu mewaspadai bila ada orang yang tidak dikenal tinggal di rumah tetangga terdekat selama 24 jam tanpa melapor ke pihak terkait. Jajarannya juga berencana melakukan razia atau pengawasan wilayah perbatasan dalam waktu dekat.

Selama Ramadan, Polres Kulonprogo melaksanakan razia lewat Operasi Penyakit Masyarakat (pekat) dengan sasaran peredaran minuman keras (miras), judi dan prostitusi. Dalam operasi ini tidak menutup kemungkinan bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di Kulonprogo. Dalam hal ini, ormas bisa memberikan informasi kepada polisi agar nantinya ditindaklanjuti dengan penertiban. "Pelibatan ormas juga dilakukan saat pengamanan arus mudik dan menjelang Idulfitri," kata Kapolres.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kulonprogo, Lilik Syaiful Ahmad, menyatakan dukungannya kepada Polri khususnya dalam pemberantasan tindak terorisme.

Banser dan GP Ansor yang tersebar di seluruh kecamatan di Kulonprogo dapat digunakan sebagai informan yang andal untuk mencari pelaku teroris. Selain itu, karena kemungkinan terjadinya pengeboman tidak hanya di gereja, maka dua organisasi yang berada di bawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) itu juga dapat berjaga di tempat ibadah dan objek vital seperti gereja, vihara, candi, hingga pusat pemerintahan dan lainnya. "Kami siap diperbantukan di mana dibutuhkan oleh kepolisian," katanya.

Ad Tokopedia