Dilanda Kekeringan, Warga Tanjungharjo, Nanggulan Andalkan Sumur Gedhe

Warga mengambil air dari Sumur Gedhe di Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Selasa (10/7 - 2018).Harian Jogja/Uli Febriarni
10 Juli 2018 22:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :
Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia

Harianjogja.com, KULONPROGO—Warga Dusun Turus, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, terbantu dengan adanya Sumur Gedhe yang masih bisa mencukupi kebutuhan air bersih saat musim kemarau seperti saat ini.

Ketua RT14/RW 5 Dusun Turus, Turut, menuturkan dia bersama ratusan warga lain tinggal wilayah yang terdampak pengeringan Saluran Irigasi Induk Kalibawang sejak April 2018. Warga yang terdampak kekeringan tinggal di sebelah timur atau di bawah saluran irigasi, antara lain Dusun Klajuran, Dengok, Turus dan Sadang Klampis. Akibat terdampak pengeringan saluran irigasi, air sumur milik warga yang diambil setiap hari ikut mengering dan hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan konsumsi. Sedangkan warga yang tinggal di sebelah barat atau di atas saluran bisa menggunakan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Untuk yang terbiasa menggunakan air sumur warga harus mengambil dari Sumur Gedhe bila akan menggunakan air untuk mandi dan mencuci. Jarak ke Sumur Gedhe dari rumah saya sekitar 500 meter," ujarnya saat ditemui Selasa (10/7/2018).

Kepala Desa Tanjungharjo, Untung Sanyata, mengatakan kedalaman sumur di rumahnya saat ini mencapai 14 meter. Meski cukup dalam, air yang tersedia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan memasak. Ia juga menggunakan air Sumur Gedhe yang berjarak 300 meter dari rumah untuk mencuci dan mandi.

Seorang warga Dusun Turus, Tumijo, mengatakan meskipun terjadi kemarau panjang, sumber air di sumur itu tidak kering. Sebelum ada saluran irigasi, warga yang tinggal di sekitar saluran biasanya mengambil air dari Sumur Gedhe. Mereka jarang menggunakan air dari Sumur Gedhe karena di tiap rumah sudah ada sumur resapan.

Jual Beli Online Aman dan Nyaman - Tokopedia