Waduh, Dana Bantuan Keuangan Khusus untuk Jogja Belum Turun

Ilustrasi Pemda DIY. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
11 Agustus 2018 23:37 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :
Ad Tokopedia

Harianjogja.com, JOGJA-Dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemda DIY untuk Jogja belum turun. Padahal dana yang dikelola Pemkot itu salah satunya untuk fasilitasi dan jejaring ekonomi keluarga miskin dan rumah tangga sasaran penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jogja Bejo Suwarno mengakui jika dana tersebut belum bisa dicairkan untuk bantuan keluarga miskin PKH. BKK dari Pemda DIY tersebut diberikan kepada 49 penerima sasaran fasilitasi dan jejaring ekonomi keluarga miskin dan penerima PKH.

"Kami masih menunggu pencairan dana dari provinsi karena itu dana bantuan dari provinsi,” kata Bejo, Jumat (10/8/2018).

Rencananya besaran dana BKK DIY bagi setiap keluarga penerima sasaran mendapatkan dana senilai Rp2,3 juta. Meski dana tersebut belum turun, Dinas tidak akan mengirimkan surat ke Pemda DIY terkait dana tersebut. Dinas akan menunggu penyaluran dananya dengan alasan masih ada cukup waktu untuk melaksanakan kegiatan fasilitasi dan jejaring ekonomi keluarga miskin dan PKH.

“Kalau dana turun kan tinggal menyalurkan ke penerima. Apalagi dana itu juga sifatnya membantu kesejahteraan keluarga miskin dan PKH,” jelasnya.

Meski sifatnya hanya dana bantuan namun penggunaan dana BKK tetap dikontrol. Menurut Bejo, pengawas penggunaan dana BKK tersebut Dia menyampaikan ada pendamping petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan yang mengontrol penggunana bantuan PKH.

Terpisah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jogja Edy Muhammad menyebut total pagu BKK DIY pada 2018 ini sebesar Rp521 juta. Selain untuk fasilitasi jejaring ekonomi keluarga miskin, dana BKK rencananya untuk pembangunan jamban ke 40 penerima sasaran senilai Rp 5 juta perpenerima. Dana itu juga digunakan untuk kegiatan padat karya cor blok jalan di Kelurahan Bener dan Pandeyan yang melibatkan 40 warga miskin setempat.

“Sampai triwulan kedua ini belum ada realisasi keuangan BKK karena masih dalam proses pencairan,” kata Edy.

Ad Tokopedia