Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Tumpukan sampah di TPAS Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Pemerintah Kabupaten Bantul akan menyurati Gubernur DIY terkait persoalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan yang hingga kini belum ada penyelesaian. Selama dua hari ini TPST Piyungan berhenti beroperasi, akibatnya sampah menumpuk di kabupaten.
"Kami sudah menghadap pak Bupati akan berkirim surat ke Gubernur memohon supaya ada solusi cepat karena ini emeregency," kata Kepala Bidang Persampahan dan Pengembangan Kapasitas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Wahid, saat ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rabu (15/8/2018).
Wahid mengaku 10 truk sampah milik DLH terpaksa harus kembali dalam keadaan penuh sampah dan sejak Selasa lalu masih menginap di kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Sementara hari ini masih banyak sampah-sampah yang belum diambil dari tempat pembuangan sementara.
Kondisi itu dikuinya menyebabkan banyak keluhan dari masyarakat. Menurut dia, tertahannya truk-truk sampah di TPST Piyungan karena tidak ada operasional di TPST Piyungan akibat rusaknya alat-alat berat. Ia menyatakan kondisi itu bukan kali ini saja terjadi, namun sudh berulang kali.
Sementara Pemerintah Kabupaten Bantul tidak memiliki TPST lain selain TPST Piyungan. TPST Pajangan yang sempat beroperasi kemudian ditutup karena kesepakatan semua kabupaten kota dan Pemda DIY untuk memanfaatkan TPST Piyungan. Namun nyatanya TPST Piyungan kerap bermasalah.
"Kalau kendala teknis soal alat berat kan bisa sewa atau perbaiki. Atau da teknologi lain," tegas Wahid.
Keluhan Wahid ini cukup beralasan, karena TPST Piyungan resmi dikelola oleh Pemda DIY melalui Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi dan Air Minum Perkotaan (Pisam).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Yenny Christin meraih penghargaan Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026 berkat kiprahnya mengembangkan kerajinan berbasis kain lokal.
Baznas Kulonprogo memberikan beasiswa kepada 375 pelajar dan mahasiswa. Bantuan pendidikan mencapai Rp2 juta untuk setiap mahasiswa.
Penyadapan ilegal terancam 10 tahun penjara berdasarkan KUHP. Pengamat menjelaskan sanksi bagi penyadap komunikasi presiden dan tanggung jawab operator.
Rotasi Polda DIY berdasarkan Telegram Kapolri 2 November 2026 mengganti Kapolresta Jogjakarta dan Dirreskrimum. Ini nama pejabat barunya.
Yusril mengungkap indikasi makar dalam kasus penyadapan Presiden yang menyeret eks Kapolri Listyo Sigit dan dua jenderal lainnya.