Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, BANTUL -- Warga Desa Temuwuh, Kecamatan Dlingo mendeklarasikan tolak politik uang selama penyelenggaraan pilihan lurah desa (pilurdes) yang dilaksanakan serentak pada Minggu (14/10/2018) mendatang. Penolakan ini diwujudkan dalam pemasangan spanduk di sejumlah titik di jalan raya.
Ketua RT 01, Dusun Temuwuh, Temuyuh, yang juga sebagai inisiator pemasangan spanduk tolak politik uang, Mujiyono mengatakan, sebelum memasang spanduk, pihaknya menggelar pertemuan dengan warga. Hasil dari pertemuan disepakati untuk menolak politik uang dalam Pilurdes 2018.
“Kami sudah sepakat dan ditindaklanjuti dengan memasang spandung tolak politik uang,” katanya kepada wartawan, Rabu (3/10/2018).
Dia menjelaskan latar belakang untuk membuat gerakan antipolitik uang tidak lepas dari isu yang beredar di masyarakat tentang transaksi uang dalam pilurdes. Selain itu, sambung Muji, sudah menjadi rahasia umum di Temuwuh jika setiap proses pemilihan selalu dibumbui dengan jual beli suara.
“Tidak hanya pilurdes, tetapi pemilihan kepala dusun juga sama, yakni syarat dengan permainan politik uang,” kata dia.
Dia berharap dengan pemasangan spanduk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terlibat dalam politik uang.
“Harapannya warga bisa komitmen sehingga pelaksanaan pilurdes tahun ini bisa berlangsung dengan jujur bersih tanpa ada transaksi jual beli suara,” ucap dia.
Lebih jauh dikatakan Muji, pemasangan spanduk tolak politik uang tidak hanya di Dusun Temuwuh, tetapi juga di dusun lain. Beberapa dusun itu di antaranya Kapingan, Jambewangi dan Salam.
“Ada kesamaan gerakan ini membuktikan bahwa rakyat di Temuwuh ingin pelaksanaan pilurdes yang jujur dan adil,” kata dia.
Salah seorang warga di Temuwuh, Senadi mengatakan pemasangan spanduk tolak politik uang dilakukan warga di RT 01, Dusun Temuwuh sejak dua hari lalu. Ia tidak tahu persis maksud dari pemasangan spanduk ini, tetapi kalau dilihat dari isi tulisan merupakan imbauan untuk tidak bermain politik uang di gelaran pemilihan lurah.
“Mudah-mudahan bukan sebatas spanduk, tetapi pelaksanaan juga bisa lepas dari jual beli suara,” kata dia.
Menurut dia, di dalam pilurdes yang akan diselenggarakan pada Minggu (14/10/2018) mendatang ada tiga calon. Senadi berharap pada saat pemilihan hingga penetapan dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Mudah-mudahan bisa lancar dan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Cidro Asmoro tayang 8 Oktober di bioskop. Film ini membawa konsep Jawanisasi Modern dengan musik, drama dan komedi.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut aturan impor KRL merupakan kewenangan Kemendag dan KAI belum mengajukan usulan resmi.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.