Butuh Lahan 14 Hektare Agar Stasiun Tugu Jogja Bisa Tampung 14.000 Penumpang

Ilustrasi Stasiun Tugu Jogja - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
16 Oktober 2018 10:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Butuh kawasan seluas hingga 14 hektare untuk mengembangkan Stasiun Tugu Jogja. Pemerintah berencana mengembangkan kawasan Stasiun Kereta Api Tugu Jogja agar mampu menampung 14.000 penumpang per hari untuk mendukung operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo.

Pemda DIY, Pemkot Jogja dan PT KAI Daop VI melakukan koordinasi terkait rencana tersebut di Kompleks Kepatihan, Senin (15/10/2018).

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengakui pengembangan Stasiun Tugu harus segera dilakukan karena Jogja harus mengantisipasi operasional NYIA dan kereta bandara. Pihaknya siap membantu PT KAI dalam rangka perluasan stasiun tersebut. "Sehingga kalau bandara [NYIA] sudah operasional harapannya sini juga nggak ketinggalan," terangnya di Kompleks Kepatihan, Senin (15/10/2018).

Ia menambahkan konsep yang direncanakan dalam proyek ini adalah peningkatan daya tampung stasiun tugu. Serta rencana pengembangan kawasan stasiun tugu baik di sisi utara maupun selatan. Peningkatan kapasitas itu direncanakan dapat menampung 14.000 penumpang atau naik 100% dari saat ini yang hanya mampu menampung 7.000 penumpang per hari.

"Karena perkiraan ada penumpang dari [kereta] bandara, jangan sampai yang bandara ini sudah beroperasi tetapi di sini bermasalah, misal trafficnya tidak tertata," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Raharjo menambahkan, ke depan akan ada MoU antara lima komponen terdiri atas Pemda DIY, Pemkot Jogja, PT KAI dan dua di antaranya dari BUMN dalam rangka pembangunan kawasan Stasiun Tugu. Menurutnya, kawasan itu diperkirakan mencapai 14 hektare. Dishub DIY dalam hal ini turut andil dalam manajemen lalu lintas dan perparkiran. "Saya berharap ada fasilitas parkir juga," katanya.

Direktur Manajemen Aset 6 PT KAI Dody Budiawan mengatakan pegembangan dan revitalisasi Stasiun Tugu akan melibatkan berbagai pihak. PT KAI sepakat untuk menjadi stasiun tersebut agar lebih berdayaguna sehingga dapat menampung penumpang dengan jumlah lebih besar. "Master plan masih disusun, nanti kami akan pasang maket di stasiun tugu," katanya.

Dody mengatakan pasca revitalisasi tersebut Stasiun Tugu akan mampu menampung tidak hanya kereta jarak jauh namun juga jarak dekat. "Harus bisa menampung semuanya. Di situ nanti ada kereta bandara, kereta jarak jauh dan kereta antarkota," ujarnya.

Terkait kebutuhan lahan hingga 14 hektare dan bagaimana mekanisme perluasan ke depan, Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menambahkan saat ini masih dibahas terkait konsep sehingga belum mengetahui nasib terkait para pedagang di sekitar stasiun. Namun ia memastikan akan ada ruang diskusi antar berbagai pihak untuk menjalankan perencanaan tersebut.

"[Soal pedagang] Nanti kan ada ruangnya lah, kita belum sampai kesana [soal pihak terdampak] tetapi konsep besarnya sudah ada," katanya.

Ia sepakat Stasiun Tugu harus ditingkatkan kapasitasnya, sekaligus dikembangkan fasilitasnya. Seperti pada sisi selatan yang saat ini sudah ada trotoar, sehingga diperlukan semacam traffic pengamanan agar penumpang yang akan naik dan turun di stasiun merasa nyaman.

"Sekarang kan sudah ada trotoar bagaimana trotoar itu, nanti akan ada traffic, pengamanan supaya lebih nyaman penumpang yang akan naik dan turun," ucapnya.