Ikatan Notaris Indonesia Berkumpul di Jogja

Ketua Pelaksana Prakongres Ikatan Notaris Indonesia (INI), Mochamad Ikhwanul Muslimin (berdiri) menjelaskan kegiatan prakongres saat jumpa pers di Hotel The Alana, Sleman, Sabtu (20/10/2018). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
21 Oktober 2018 05:50 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Ikatan Notaris Indonesia (INI) menyelenggarakan prakongres, di Hotel The Alana, Ngaglik, Sleman, Sabtu (20/10/2018). Kegiatan prakongres ini merupakan rapat yang dilaksanakan menjelang digelarnya Kongres Ikatan Notaris Indonesia 2019.

Ketua Pelaksana Prakongres, Mochamad Ikhwanul Muslimin mengungkapkan kegiatan ini merupakan rapat persiapan kongres, karena di INI forum tertinggi adalah kongres, yang dilaksanakan enam bulan setelah prakongres tersebut.

“Prakongres ini sesungguhnya rapat pengurus pusat yang diperluas. Artinya rapatnya pengurus pusat, diperluas itu ditambah dengan unsur-unsur lain seperti Pengwil [pengurus wilayah], Pengda [pegurus daerah], lalu Mahkamah Perkumpulan, kemudian Dewan Kehormatan,” ujar Ikhwanul Muslimin, Sabtu.

Dia menjelaskan kali ini yang menjadi tuan rumah dalam prakongres yaitu DIY. Prakongres ini kata dia merupakan event tingkat nasional, karena diikuti seluruh pengurus pusat dan pengurus wilayah di Indonesia yang jumlahnya 33 dan pengurus daerah yang berjumlah sekitar 200. “Pelaksanaan kali ini dihadiri seluruh peserta. Jadi hadir seratus persen,” ujar dia.

Rapat yang diperluas atau prakongres ini diisi dengan upgrading atau pembekalan serta penyegaran pengetahuan berupa seminar. “Untuk rapat sendiri dua hari, Jumat [19/10/2018] dan Sabtu [20/10/2018], sementara upgrading hari Sabtu saja,” ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan prakongres nantinya bisa menyiapkan bahan yang akan dibawa ke Kongres INI 2019 nanti. Pada Kongres INI 2019 juga digelar pemilihan ketua umum. Event prakongres sekaligus menyiapkan bakal calon ketua umum dan Dewan Kehormatan Pusat.

“Materi-materi lain seperti tema, tata cara pemilihan, tata tertib di kongres nanti merupakan bahan-bahan yang dihasilkan dari rapat tadi,” kata dia.

Adapun untuk seminar, panitia membahas masalah kemudahan bisnis di Indonesia, administrasi badan usaha, serta Online Single Submission (OSS) atau perizinan menggunakan satu pintu.

OSS merupakan kebijakan pemerintah tentang pendaftaran perizinan badan usaha. Menurutnya, OSS sangat ditunggu oleh notaris, dan saat ini sudah berjalan.

“Sehingga diharapkan notaris siap jika berhubungan dengan kliennya. Yang terkait usaha-usaha kliennya mereka bisa menjelaskan, tentang peraturan yang berlaku di kementerian atau dinas terkait,” lanjut dia.