Kawasan Industri Piyungan Dinilai Tak Bisa Berkembang, Ini Dia Penyebabnya

Kawasan Industri Piyungan. - Harian Jogja
31 Oktober 2018 17:20 WIB Rahmat Jiwandono Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Infrastruktur jalan di Srimulyo, tepatnya dari Jalan Wonosari ke pintu masuk Kawasan Industri Piyungan (KIP) belum juga dibangun. Hal ini dinilai jadi penghambat perkembangan KIP.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Bantul, Sulistiyanta, menyatakan pembebasan lahan untuk dibangun jalan dan jembatan sebagai akses menuju KIP sejatinya selesai sejak 2017 lalu. "Kendalanya ya itu tadi. Kami belum membangun jalan karena masih menunggu dana dari APBD 2019," kata dia kepada Harian Jogja, Rabu (31/10/2018).

Adapun luas jalan yang nantinya akan dibangun dengan panjang 800 meter dan lebar kurang lebih 20 sampai 24 meter. Saat ini truk-truk pabrik masih memakai jalan umum untuk menuju ke KIP.

Pemerintah Kabupaten Bantul, diakui dia hanya akan membangun jalan jika sudah mendapat kucuran dana bantuan dari provinsi DIY. "Ada anggarannya yang sudah kami ajukan ke provinsi. Nilainya sekitar Rp37 miliar," ujar dia.

Seperti diketahui KIP dibangun di Desa Srimulyo dan Sitimulyo, Kecamatan Piyungan dengan luas total mencapai 115 hektare. Sedangkan hingga kini, proses pengerjaan baru selesai 85 hektare. “Tahap kedua nanti akan diperluas jadi 350 hektare setelah ada tambahan dana,” ucap dia.

Hingga kini, kata dia, sudah ada sekitar 12 perusahaan yang sudah beroperasi di KIP.