Warga Panggang, Gunungkidul Pasang Pipa Sejauh 5 Km untuk Alirkan Air Bersih

Kepala Bidang Ciptakarya DPUPRKP Gunungkidul Agus Subaryanto pakai batik dan Direktur Utama PT Kimia Farma Honesti Basyir (pakai kacamata tengah) saat meresmikan program penyediaan air bersih di Desa Girisuko, Panggang, Kamis (15/11/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
16 November 2018 09:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga Dusun Gebang, Girisuko, Panggang dapat menikmati air bersih yang bersumber dari mata air Tuk Sarining Kembang. Usaha ini tidak lepas dari pemasangan pipa sepanjang lima kilometer dari sumber mata air ke rumah warga.

Total ada 170 keluarga yang menikmati fasilitas air bersih ini. namun ke depannya, jaringan intalasi akan diperluas karena di wilayah Girisuko masih banyak warga yang krisis air, khususnya pada saat musim kemarau.

Pejabat Kepala Desa Girisuko Subadi mengatakan, usaha mengangkat air dari luweng Tuk Sarining Kembang tidak lepas dari bantuan PT Kimia Farma. Berkat bantuan dari BUMN ini ratusan warga di Girisuko dapat menikmati aliran air bersih.

“Selama ini sumber di Tuk Sarining Kembang belum dimanfaatkan, tapi adanya pengangkatan dan pemasanggan pipa sepanjang lima kilometer maka warga sudah bisa menikmatinya,” kata Subadi kepada wartawan, Kamis (15/11/2018).

Sekretaris Camat Panggang Sumbiyono mengatakan, mayoritas desa di Kecamatan Panggang mengalami krisis air pada saat musim kemarau. Guna memenuhi kebutuhan ini, banyak warga yang memberi air bersih secara mandiri.

Diharapakan dengan pemasangan instalasi pengangkatan air bersih di Tuk Sarining Kembang dapat memberikan kemudahan bagi warga di Girisuko untuk memenuhi kebutuhan air. “Semoga bisa memberikan manfaat dan warga tidak lagi kekurangan air bersih,” katanya.

Dia menjelaskan, di wilayahnya ada 44 dusun di Empat Desa yang mengalami krisis air bersih pada saat kemarau. Setiap tahun pihak kecamatan terus mengkalokasikan anggaran hingga ratusan juta rupiah untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.

“Tahun ini ada RP100an juta untuk droping dan sekarang sudah habis. Beruntung hujan sudah turun sehingga kebutuhan warga berkaitan air bersih dapat dipenuhi melalui air hujan,” imbuhnya.

Direktur Utama PT Kimia Farma Honesti Basyir mengatakan pengangkatan air di sumber mata air Tuk Sarineng Kembang di Desa Girisuko sebagai bagian dari program CSR yang dimiliki perusahaan. Menurut dia, sebagai badan usaha Negara memiliki kewajiban membantu masyarkat, terutama membantu dalam upaya peningkatan kesehatan. Diharapkan dengan fasilitas penyediaan air bersih dapat membantu mengurangi beban terkait pemenuhan salah satu kebutuhan pokok manusia.

“Kita sediakan peralatan untuk pengangkatan dari sumber air. Sedang untuk pemasangan dilakukan gotong royong bersama warga,” katanya.