56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Poniyem menunjukkan sumur miliknya yang mengeluarkan air tanpa pompa di rumahnya di Dusun Bundelan, Tancep, Ngawen, Jumat (23/8/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Air muncrat dari perut Bumi tanpa bantuan mesin pompa di Gunungkidul tidak hanya terjadi di Dusun Widoro Lor, Bendung, Semin. Kejadian serupa juga terjadi di sumur milik Poniyem, warga Dusun Bundelan, Tancep, Ngawen. Bahkan air sudah mengalir sejak dua bulan lalu.
Pemilik sumur, Poniyem mengatakan, keluarganya tidak mengira sumur bor yang dibuat akan mengeluarkan air tanpa bantuan pompa. Awalnya, pembuatan sumur hanya untuk mencukupi kebutuhan air bersih. Namun pada saat pengerjaan, air keluar dengan sendirinya. “Kaget dan juga senang karena air bisa langsung digunakan tanpa harus melalui bantuan pompa,” kata Poniyem kepada wartawan, Jumat (23/8/2019).
Menurut dia, air sudah keluar dari sumur selama dua bulan. Meski demikian, debit air untuk saat ini tidak sederas pada saat awal-awal pembuatan karena aliran semakin mengecil. “Kalau saat awal sangat deras karena air bisa memenuhi pipa ukuran empat inci. Tapi sekarang sudah mengecil, tapi airnya masih tetap keluar,” katanya.
Poniyem menuturkan, selain untuk mencukupi kebutuhan air keluarganya, sumur bor juga dimanfaatkan sembilan keluarga lainnya. Dia pun bersyukur sumurnya dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar. “Saya tidak menjualnya, sebab warga yang membutuhkan bisa langsung ambil,” katanya.
Proses pembuatan sumur bor ini memakan biaya sebesar Rp5 juta. “Saya senang meski harus mengeluarkan uang banyak, tapi bisa terbayarkan karena air mengalir dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, pada Senin (19/8/2019) di Dusun Widoro Lor, Bendung, warga heboh dengan munculnya air dari dalam sumur bor tanpa bantuan mesin pompa. Warga yang penasaran, berbondong-bondong untuk melihat sumur milik Suyadi. “Saya kaget karena baru setengah hari dikerjakan, airnya bisa naik sendiri,” kata Suyadi.
Menurut dia, ide membuat sumur bor karena ingin memanfaatkan lahan pertanian yang kosong pada saat kemarau. Suyadi pun berinisiatif membuat sumur seharga Rp6 juta. “Kedalammanya sekitar 60 meter. Air ini akan saya gunakan untuk bercocok tanam saat kemarau,” katanya.
Kades Bendung, Didik Rubiyanto, terus memantau sumur bor milik Suyadi. Menurut dia, sudah lima hari ini air mengalir dengan sendirinya dan dari sisi debit masih relatif stabil. “Debitnya masih sama dan mudah-mudahan airnya bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” kata Didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Harvest Moon 26 September 2026 bukan pemicu gempa, tsunami, atau letusan gunung api. Daryono menjelaskan kaitannya dengan pasang laut dan rob.
Tiga dari empat wakil Indonesia di nomor tunggal badminton Asian Games 2026 lolos ke 16 besar. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri KW menang.
Daftar HP Huawei yang mendapat HarmonyOS 7 pada 2026. Ada Mate 80, Mate 70, Pura 90, Nova 16 hingga Mate X7. Cek jadwal dan fitur barunya.
John Herdman mengungkap tekanan yang dirasakannya menjelang Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Simak komentar dan persiapan Garuda.
Pemkab Bantul memberi perhatian khusus pada enam kalurahan menjelang Pilur 4 Oktober 2026 karena memiliki potensi kerawanan.