Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, Rabu (16/1/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggota Komisi B DPRD Gunungkidul, Eko Rustamto, meminta Pemkab untuk tidak hanya bertumpu pada tiket retribusi objek wisata untuk mendongkrak pendapatan. Menurutnya, Pemkab bisa menggenjot pemasukan salah satunya dengan mengoptimalkan pajak hotel dan restoran. “Harus ada sektor lain yang harus bisa dioptimalkan,” kata Eko, Rabu (23/10/2019).
Selama ini, menurut Eko, Pemkab terlalu bergantung pada pemasukan dari tiket masuk objek wisata. Kebijakan itu, menurut Eko, harus diubah sehingga ada inovasi dalam hal pendapatan. “Saya yakin kalau pajak hiburan atau pajak hotel dan restoran dimaksimalkan, maka pendapatan bisa lebih banyak ketimbang dengan retribusi masuk kawasan wisata,” tuturnya.
Meski demikian, penarikan di sektor pajak hiburan maupun hotel dan restoran harus diimbangi dengan penyediaan sarana prasarana pendukung yang memadai. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung yang datang. “Harus ada imbal baliknya. Yang jelas, potensi pajak di sektor pariwisata belum dioptimalkan dan ini harus dimanfaatkan untuk mendongkrak pendapatan,” tuturnya.
Untuk memaksimalkan pengembangan wisata, Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul harus fokus dalam promosi maupun pengembangan destinasi. Meski demikian, saat ini Dinpar belum fokus karena masih sibuk berupaya mencapai target PAD wisata dari sektor retribusi tiket masuk. “Biar fokus harusnya masalah retribus tidak ditangani sendiri. Kalau tidak bisa dipihakketigakan, pengelolaan bisa dilakukan dengan membentuk BUMD di sektor wisata,” kata politikus Partai Demokrat ini.
Sekretaris Dinpar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan, tahun ini menargetkan kunjungan sebanyak 3,7 juta dan dengan pendapatan Rp27.823.128.500. Namun hingga Jumat (18/10), jumlah pengunjung yang masuk baru sebanyak 2.383.276 orang dengan menyumbang pendapatan sebesar Rp18.011.910.235. “Masih ada kekurangan sekitar Rp9,8 miliar. Mudah-mudahan target ini bisa dicapai di akhir tahun,” katanya.
Menurut dia, untuk menutupi kekurangan target PAD sangat bergantung dengan libur di akhir tahun dan liburan anak sekolah. Hari berharap libur akhir tahun bisa mendongkrak pendapatan di sektor kepariwisataan. “Potensi yang ada akan kami maksimalkan,” katanya.
Menurut Hary, tidak tercapainya target di tahun lalu tidak lepas dari sejumlah isu seperti adanya gelombang tinggi di kawasan pesisir Gunungkidul. Selain itu, juga dipengaruhi menurunnya jumlah kunjungan di sektor utara. “Destinasi pantai masih menjadi primadona. Tapi untuk menggenjot pendapatan, kami juga akan mengoptimalkan destinasi minat khusus seperti Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk, Gunung Api Purba Nglangeran hingga kawan Embung Batara Sriten,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.