Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
President of TTASSEA, GKBRAA Paku Alam (tiga dari kiri) menjelaskan ihwal 7th ASEAN Traditional Textile Symposium, di Ruang Donoworo Barat, kompleks Puro Pakualaman, Jogja, Selasa (29/10/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—DIY bakal jadi tuan rumah digelarnya simposium internasional yang membahas soal wastra (kain tekstil tradisional). Simposium bertajuk 7th ASEAN Traditional Textile Symposium (ATTS) tersebut rencananya digelar di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel selama lima hari, mulai Senin-Jumat (4-8/11).
Wakil Ketua 7th ATTS Daniel Haryono mengatakan ATTS ketujuh ini merupakan kali pertama digelar di Indonesia. Terakhir, pada 2017 lalu, ATTS digelar di Brunei Darussalam. “Jelas sangat spesial karena Indonesia sangat dihormati [terkait dengan wastra]. Beragam, tidak hanya batik," katanya saat jumpa pers di Ruang Donoworo Barat, kompleks Puro Pakualaman, Jogja, Selasa (29/10/2019).
Menurut dia Jogja telah ditetapkan sebagai Kota Budaya di ASEAN. Hal itulah yang jadi salah satu alasan kenapa Jogja dipilih sebagai tuan rumah ATTS ketujuh. "Tahun depan kami masih punya waktu sampai Oktober sebelum ditetapkan kota lainnya. Masih ada beberapa kegiatan yang akan diinisiasi," katanya.
Menurut dia penetapan batik sebagai heritage oleh UNESCO menjadi inspirasi bagi negara-negara lain. Di Jogja batik telah melembaga, karena di sekolah dan lembaga pemerintahan menjadikan batik sebagai salah satu pakaian wajib.
Dia menjelaskan, para peserta 7th ATTS nantinya juga akan menggelar field trip ke beberapa titik, di antaranya Kampung Batik Giriloyo, Kecamatan Imogiri, Bantul. Di tempat itu, para peserta simposium bisa melihat lebih dekat berbagai teknik batik dari para perajin. “Selain itu mereka juga mengunjungi beberapa desainer batik,” kata Daniel.
Di hari kedua field trip, peserta mengunjungi tempat wisata dan heritage, di antaranya Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah dan Museum Ulen Sentalu di Kabupaten Sleman. "Para peserta bisa melihat sejarah kerajaan yang ada di Pulau Jawa," ujarnya.
Kegiatan pendukung lain di antaranya kompetisi desain wastra dan fotografi dengan tema proses pembuatan wastra. “Juga fashion on the street yang digawangi oleh desainer Lia Mustafa,” kata dia.
President of Traditional Textiles Arts Society of South East Asia (TTASSEA), GKBRAy Adipati Paku Alam X mengatakan perubahan zaman dan kebudayaan adalah hal yang niscaya dan tidak bisa dicegah. Namun, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap teguh menjaga tradisi yang sudah diwariskan secara turun temurun. "Tetap berinovasi, tetapi tradisi harus dipertahankan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.
KPK memperketat sistem keamanan data dan akses dokumen perkara usai dugaan kebocoran informasi oleh pegawai internal.
Program MBG dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih diintegrasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.
PMI Sleman mengelola 800 kilogram limbah medis padat setiap bulan. Limbah cair diolah mandiri, sementara DLH rutin melakukan monitoring.