Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Wasudin, salah seorang nelayan di Pantai Ngerenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, memperbaiki mata pancing yang biasa digunakan untuk mencari ikan di laut, Kamis (18/7/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Nelayan di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, bersemangat melaut menyusul melimpahnya bawal laut di perairan selatan Gunungkidul. Diharapkan dengan panen ikan ini pendapatan para nelayan bisa meningkat.
Salah seorang nelayan Pantai Ngrenehan, Sungkono, mengatakan masa panen bawal laut sudah dimulai sejak tiga hari lalu. Hal ini terlihat dari tangkapan nelayan yang didominasi ikan jenis tersebut. “Sekarang musim bawal dan hasil yang diperoleh lumayan bagus,” katanya kepada wartawan, Kamis (7/11/2019).
Menurut Sungkono, di musim panen ini benar-benar dimanfaatkan oleh nelayan guna meraup keuntungan. Hasil dari menangkap bawal untuk sekali melaut bisa mendapatkan uang hingga Rp3 juta. “Mudah-mudahan hasilnya tangkapan bisa banyak sehingga pendapatan yang diperoleh dapat lebih besar lagi,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Mukino, nelayan lain di Pantai Ngrenehan. Menurut dia, musim panen masih di tahap awal sehingga hasil tangkapan belum maksimal. “Sekali melaut yang paling banyak ditangkap mencapai 60 kilogram. Kami berharap bisa panen lebih banyak lagi sehingga pendapatan bertambah,” katanya.
Dia menuturkan untuk menangkap bawal nelayan tidak hanya mencari di seputaran laut di lepas Pantai Ngerenehan. Para nelayan juga mencari sampai ke wilayah di kawasan Pantai Baru di Kabupaten Bantul. “Kami ingin mendapatkan banyak ikan sehingga penangkapan tidak hanya di satu titik. Untuk menangkap, kami banyak mengandalkan jaring,” ujar Mukino.
Disinggung mengenai operasional melaut, Mukino mengaku tidak ada masalah. Untuk kebutuhan bahan bakar para nelayan mendapatkan dari penjual di sekitar pantai. Adapun harga BBM dipatok Rp9.000 per liter. “BBM tidak ada masalah karena nelayan tetap bisa memperolehnya sehingga operasional melaut tidak terganggu,” katanya.
Mukino berharap agar kondisi gelombang laut bersahabat sehingga nelayan dapat mencari ikan dengan aman. “Mudah-mudahan cuaca tidak berubah-ubah sehingga nelayan tetap bisa menangkap ikan,” katanya.
Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Surisdiyanto, mengimbau kepada nelayan saat menangkap ikan di laut untuk selalu berhati-hati. Selain itu, untuk pengamanan saat menangkap juga membawa alat keselamatan diri, salah satunya pelampung. “Pelampung ini penting untuk keselamatan saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.