Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Gilang Ramadhan (dua dari kanan) berkisah soal kegiatannya di dunia musik dan kopi dalam Talk Show Coffee Talk yang digelar di halaman depan Taman Pintar, Minggu (8/12/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinamika kopi di Indonesia seolah tak pernah habis jadi bahan diskusi. Setidaknya itulah alasan kenapa Taman Pintar menggelar Talk Show Coffee Talk di halaman depan Taman Pintar, Minggu (8/12/2019). Dalam gelar wicara yang mengambil tema Secangkir Kopi Sejuta Cerita tersebut, sejumlah narasumber dihadirkan, yakni musikus sekaligus pengusaha kopi Gilang Ramadhan; penulis buku Road To Java Coffee Prawoto Indarto; serta Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi.
Prawoto Indarto menjelaskan kopi awalnya berasal dari Etiopia, Afrika, yang dibawa Belanda sehingga bisa sampai tersebar ke seluruh penjuru dunia. "Pada 1706 tanaman kopi Jawa dibawa ke Amsterdam, lalu ke Perancis, Karibia, Suriname dan akirnya benua Amerika," ujar dia.
Bahkan di Amerika, kata dia, kata Java identik dengan kopi. Di sana ada ungkapan no java no work yang berarti tidak ada kopi tidak bekerja. Mereka sangat menghargai nilai historis, sehingga Java disematkan pada jenama kopi. "Ini sebenarnya potensi besar, tapi belum banyak yang memanfaatkan," katanya.
Adapun Gilang Ramadhan yang selama ini dikenal sebagai musikus dan kini tengah mengembangkan usaha kopi dengan brand GR Coffee mengaku tertarik dengan bisnis kopi karena saat ini di mana-mana orang suka kopi. "Pengin bikin pabrik drum tetapi harus nebang pohon, padahal saya konsep hidupnya menjaga hutan," ujarnya sembari tertawa.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan Kota Jogja sebenarnya tidak memiliki petani produsen kopi, tapi menjadi pasar sangat potensial untuk mengembangkan kopi. "Kami ingin kopi bukan menjadi barang eksklusif, tapi populer dan bisa dinikmati semua kalangan dimana saja," katanya.
Pemkot turut memeriahkan dinamika kopi di Kota Jogja dengan beberapa kali menghelat beberapa festival kopi terbesar, salah satunya adalah Malioboro Coffee Night Festival. Di acara tersebut, ratusan pegiat kopi menunjukkan produknya sembari mengedukasi masyarakat untuk ikut mebikmati kopi.
Selain diskusi, di sela-sela Talk Show Coffee Talk juga dipentaskan beberapa penampil, meliputi drum performance Gilang Ramadhan Studio Band, fashion show dari Yunet Batik, serta perkenalan T-Money dari BPD DIY sebagai wujud teknologi cashless dalam pembelian tiket.
Beberapa kedai kopi juga diundang dalam acara ini untuk mengedukasi pengunjung tentang kopi. Mereka membagikan sejumlah kopi terbatas yang memiliki cita rasa masing-masing. Selain itu pengunjung juga bisa mendapatkan doorprize.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA Senin 18 Mei 2026 dari pagi hingga malam, rute Tugu Yogyakarta dan Wates.