Sambut YIA, Pantai Glagah Bakal Bersolek

Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan Spanduk berisi imbauan agar tidak berenang di laut terpasang di pemecah ombak Pantai Glagah, Kulonprogo, Sabtu (15/6/2019), menyusul tingginya gelombang Pantai Selatan beberapa waktu terakhir. - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
09 Desember 2019 11:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) di wilayah pesisir Kulonprogo yang mulanya merupakan objek wisata pantai mau tak mau membuat Dinas Pariwisata (Dinpar) Kulonprogo mengonsep ulang kawasan tersebut. Sehingga jangan sampai potensi wisata tersebut hilang begitu saja setelah adanya YIA.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Niken Probo Laras menuturkan masih banyak kunjungan wisatawan ke Pantai Glagah, sehingga perlu segera dicanangkan proses penataannya terkait adanya YIA. "Nanti akan ada relokasi pedagang kuliner, lalu di tempat baru dibangun kawasan kuliner, area parkir, lampu taman, dan pintu gerbang," kata Niken, Jumat (6/12/2019).

Penataan itu disebutnya tidak menggunakan APBD Kulonprogo, melainkan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp6,2 milyar. "Dana itu terbatas ya, kami harap bisa ratusan milyar, tapi karena alokasinya sebesar itu kita akan sesuaikan," ujarnya.

Ia menyebutkan petunjuk teknis dari Kementerian Pariwisata mencantumkan kawasan kuliner itu akan dibuat selayaknya pujasera [pusat jajanan serba ada] dengan satu blok terdiri dari lima unit. Ditanya terkait lokasi pasti relokasi pedagang kuliner yang mulanya menempati sekitaran Pantai Glagah dan sisi laguna, pihaknya belum memberikan kepastian. "Prosesnya baru izin, belum keluar fix," kata dia.

Saat ini, pihaknya juga terus menjalin komunikasi dengan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulonprogo untuk mendapatkan lokasi yang bisa digunakan untuk pujasera tersebut. Ia berharap bisa segera mendapatkan lokasi gantinya, supaya kawasan wisata di Pantai Glagah bisa tetap berjalan.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kulonprogo, Muh. Juaini mengatakan relokasi tak akan jauh dari lokasi awal. "Pedagang kuliner itu nanti dipindah nggak jauh dari situ, yang jelas tetap sehabis loket retribusi," kata Juaini.

Ia menyebut proses penataan kawasan wisata itu juga dipengaruhi oleh kawasan pantai yang saat ini sedang dipersiapkan sebagai kawasan greenbelt (sabuk hijau) YIA.