Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kepala ORI DIY Budhi Masthuri./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA-Pendidikan menjadi sektor layanan publik paling banyak dikeluhkan di DIY. Dari catatan Ombudsman RI Perwakilan DIY sepanjang 2019, terdapat 30 laporan yang mengarah pada institusi pendidikan. Disusul penegakan hukum dengan 28 laporan dan kepegawaian 11 laporan.
Kepala ORI DIY, Budi Mathsuri, menjelaskan dalam sektor pendidikan, laporan terbanyak adalah soal pungutan dan hak belajar siswa, sebanyak 11 laporan. "Meski telah kami lakukan kajian sistemik disertai saran perbaikan, belum terlihat adanya kebijakan pemerintah yang efektif untuk mengatasinya," katanya, Jumat (20/11/2019).
Selain membebani keluarga, pungutan juga menimbulkan efek lainnya pada siswa, seperti terganggunya hak belajar terutama saat hendak mengikuti ujian, memperoleh rapor dan ijazah, juga diskriminasi saat pembagian kelas. Siswa yang orang tuanya menolak pungutan juga biasanya mengalami perundungan di sekolah.
Sekolah belum ramah anak juga menjadi kasus yang cukup disoroti, sebanyak tujuh laporan. Sepanjang 2019 ditemukan berbagai tindakan sekolah yang berdampak pada ketidaknyamanan layanan pendidikan bagi siswa. Beberapa kasus diantaranya surat edaran yang mewajibkan pakaian berciri keagamaan bagi semua siswa di SD N Karangtengah III Gunungkidul. Terjadi pula peristiwa guru yang menendang muridnya di SMPN 10 Jogja.
Ditemukan pula di SMKN 6 Jogja, seorang siswa yang dianggap melakukan pelanggaran tidak dinaikkan kelas. "Model penegakan disiplin siswa yang mengutamakan pemberian sanksi masih dilakukan. Sehingga berakibat hilangnya kesempatan anak melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya," katanya.
ResponS sekolah dalam mengatasi masalah perundungan juga masih belum memadai. Di SMAN 2 Wates, tiga siswa kelas X mengalami perundungan oleh kakak kelasnya. Karena sekolah tidak bisa menangani dengan baik, orang tua ketiga siswa itu pun memindahkan anaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.