Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Sejumlah pekerja memasang selang pelindung kabel fiber optik ke dalam saluran bawah tanah pada proyek revitalisasi trotoar jalan Jenderal Sudirman, Jogja, Senin (9/12/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman resmi diluncurkan sebagai destinasi wisata baru di Jogja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja, Agus Tri Haryono, mengatakan kawasan pedestrian yang diluncurkan mulai dari simpang Gramedia sampai Jembatan Gondolayu.
Dia menjelaskan revitalisasi pedestrian sepanjang 1,2 kilometer ini membutuhkan waktu selama enam bulan, mulai dari akhir Juni hingga akhir Desember 2019 dengan anggaran sebesar Rp13,6 miliar.
Konsep pedestrian, kata dia, menyesuaikan dengan kawasan Kotabaru, yakni Garden City dengan tidak meninggalkan unsur budaya Jogja. Revitalisasi dikerjakan pada tiga aspek, yakni jalur pedestrian, saluran drainase dan ducting kabel fiber optic (FO) 13 provider telekomunikasi. “Total ducting utara dan selatan sepanjang 963 meter, dengan dimensi 60 x 60 meter,” katanya di sela-sela peluncuran Kawasan Pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Senin (30/12/2019).
Metode ducting, kata Agus, dilakukan dengan cara menanam kabel di dalam tanah sehingga tidak lagi semerawut. Sejauh ini hanya kabel listrik milik PLN yang belum bisa ditanam lantaran kabel itu tak bisa disatukan dengan kabel FO.
Terkait dengan drainase, dia menjelaskan pembangunan dilakukan di sisi selatan, mulai dari depan Toko Buku Gramedia sampai Sungai Code sepanjang 112 meter dengan dimensi 1 x 1 meter. “Untuk drainase, kami memperlebar trotoar yang sebelumnya sudah ada dan juga mempercantiknya, tentu saja,” ucap Agus.
Begitu pula dengan desain taman, dia menegaskan tak ada satu pun pohon yang ditebang. “Harapannya mampu menjadi daya pikat new collective memory di kawasan inti Kota Jogja,” katanya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, menuturkan revitalisasi ini merupakan segmen pertama. Tahun depan Pemkot akan kembali menurunkan kabel FO di sekitar Tugu Pal Putih dengan anggaran yang telah disiapkan sebesar Rp27 miliar. Pada 2021 akan dilakukan revitalisasi tahap ketiga sepanjang simpang Gramedia ke timur sampai simpang Galeria. “Target kami kabel FO, instalasi PDAM, listrik dan gas sudah siap ditanam di bawah tanah,” ujarnya.
Paniradyapati DIY, Beni Suharsono, menuturkan untuk 2020 telah disepakati Dana Keistimewaan untuk Kota Jogja sebesar Rp67,9 miliar. Dengan dana itu ia berharap bisa untuk menyelesaikan revitalisasi pedestrian. “Kegiatan fisik kami harap bisa dimulai awal tahun, agar bisa selesai tidak terlalu mepet dengan pergantian tahun,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.