Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti
Harianjogja.com, JOGJA-Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan klithih merupakan fenomena sosial.
Berdasarkan identifikasinya, pelaku bukanlah apa yang selama ini dilabeli preman oleh masyarakat, melainkan remaja usia 14-17 tahun dengan postur tubuh biasa, bahkan relatif kecil, tetapi menggunakan senjata tajam dalam aksinya.
"Apa yang kita dengar di media adalah masalah hilir. Di hulu, keluarga bisa mengupayakan dengan selalu memantau anaknya. Ibu-ibu diharapkan kepo ke anaknya, kalau malam belum pulang ditanyai lagi dimana," kata Haryadi saat Focus Group Discussion dengan tajuk Mengurai dan Mencari Solusi Masalah Klitih, di Hotel Grage Malioboro, Kamis (23/1/2020).
Untuk merumuskan penanganan klithih yang belakangan kembali marak, Kantor Kesatuan Bangsa Kota Jogja menggelar Focus Group Discussion tentang klithih.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Kota Jogja, Zenni, menjelaskan awal 2020 Kota Jogja kembali diresahkan dengan sejumlah aksi klithih yang semua pelakunya merupakan pelajar sekolah. "Dari data yang kami peroleh, di Kota Jogja terdapat setidaknya 24 geng sekolah dari SMP, SMA dan SMK," kata dia.
Meskipun secara kuantitatif jumlah kasus cenderung menurun, yakni 18 kasus pada 2018 dan 16 kasus pada 2019, namun fenomena klitih tetap mencederai nama Jogja sebagai Kota Pelajar dan Kota Wisata. Maka dalam diskusi ini pihaknya juga mengundang sekolah untuk turut mencari solusi penanganan klitih.
Komandan Kodim 0734 YKA, Kolonel Zaenudin, mengatakan klitih memiliki latar belakang yang terdiri faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kurangnya perhatian dari keluarga, tingkat pendidikan, kondisi spiritual dan emosional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.