Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Warga berekspresi dan berfoto saat Uji Coba Semi Pedestrian Jalan Malioboro di Jalan Malioboro, Jogja, Selasa (18/6). /Harian Jogja- Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA-- Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan fenomena klithih tidak saja berdampak pada keamanan, tapi juga ekonomi. “Misal ada orang ingin jalan-jalan di Jogja, tapi saat muncul berita klithih, bisa saja membatalkan,” ujarnya, Rabu (22/1/2020).
Hal yang sama juga bisa terjadi dalam dunia pendidikan. Orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Jogja bisa mengurungkan niatnya karena banyaknya klitih. Jika terus dibiarkan, ini bisa membuat situasi Jogja tidak kondusif. Pihak-pihak terkait termasuk Polda DIY perlu lebih serius menangani fenomena klithih.
Menurutnya, orang tua memiliki peran besar dalam mengatasi masalah klithih. Mereka bisa melakukan pengawasan, jika sudah malam anaknya belum pulang perlu ditanya. Penegakan jam wajib belajar juga bisa menjadi upaya preventif. Ketua RT dan pengurus kampung bisa keliling memastikan anak sekolah belajar pada jam wajib belajar.
Di sisi lain, polisi terus melakukan patroli malam, bahkan belakangan lebih diperketat. Jika biasanya yang berpatroli hanya petugas yang piket, sekarang pihaknya bahkan melibatkan Brimob. “Mengurangi kenyamanan anak nongkrong dengan diperiksa saku, jaket dan jok motor,” ungkapnya.
Pelaku klithih kebanyakan remaja. Meski di bawah 18 tahun, selama bisa dijerat dengan pasal pidana, pihaknya akan lakukan sesuai prosedur. “Kalau anak-anak, tetap kami lakukan proses meski berbeda karena amanah UU. Sidang untuk anak-anak juga berbeda,” katannya.
Terkait spanduk anti klitih, menurutnya itu inisiatif bagus, karena dalam menangani klitih kepolisian tidak bisa bekerja sendiri, melainkan perlu keterlibatan stakeholder. “Saat sudah masuk kriminal, polisi lakukan penegakan. Saat masih dalam taraf potensi kriminal, keluarga, tokoh agama dan sekolah harus ikut,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I/2026, tumbuh 16,64% dan ditopang lonjakan PMA.
Pasporia hadir di Alun-Alun Wates dalam rangka HUT Ke-81 RI. Imigrasi DIY menyediakan 25 kuota bagi pemohon paspor.
Karhutla TNBTS dipadamkan dengan strategi darat hingga udara. Dua helikopter melakukan water bombing dari Ranu Regulo.
Mario Suryo Aji finis ke-22 di Moto2 GP Inggris 2026. Filip Salac menjadi pemenang setelah unggul 0,303 detik atas Ivan Ortola.
Layanan paspor hadir di CFD Sudirman Jogja dengan 30 kuota. Simak cara daftar, jadwal layanan, hingga lokasi berikutnya.