Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, BANTUL-Dinamika politik jelang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada) September mendatang masih cair. Sejumlah partai politik masih menjajaki teman koalisi, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Partai berbasis Islam ini tidak menutup diri untuk berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal di Pilpres 2019, dua partai ini bertolak belakang.
"Kemungkinan koalisi sangat mungkin. Ini kan baru komunikasi awal, baru penjajakan," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Bantul, Amir Syarifuddin, saat berkunjung ke kantor Dewan Pimpinan Cabang PDIP Bantul, di Jalan Ring Road Timur Kota Bantul, Jumat (31/1/2020).
Selain Amir, ada sejumlah pengurus PKS tingkat provinsi dan Bantul yang ikut dalam kunjungan ke PDIP tersebut. Komunikasi PKS dan prngurus PDIP ini dilakukan secara tertutup dan berlangsung selama sekitar satu jam. Amir menyatakan PKS belum menentukan sikap dan masih mencari teman koalisi dalam Pilkada Bantul 2020 ini.
Sejauh ini tiga nama yang digadang-gadang PKS adalah Agus Sumartono, Arif Rahman Hakim dan Amir Syamsudin. Sampai saat ini, DPP PKS, kata Amir belum memberikan rekomendasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul yang akan diusung.
Pihaknya masih menjajaki koalisi termasuk dengan PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Memang sejauh ini diakuinya belum ada sejarah koalisi PKS-PDIP di Bantul, namun untuk beberapa daerah di luar DIY, kata dia, sudah banyak koalisi PKS-PDIP. "Di luar daerah itu biasa, seperti di Solo itu PKS sama sa dengan PDIP mendukung Jokowi," kata Amir.
Diketahui saat pemilihan wali kota dan wakil wali kota Solo pada 2010 lalu Joko Widodo didukung PDIP bersama PKS, Partai Amanat Nasional, dan Partai Damai Sejahtera. Menurut Amir koalisi partai politik merupakan bagian dari seni berpolitik sehingga tidak ada masalah dalam koalisi partai berhaluan agama dan nasionalis tersebut, meski di tingkat pusat bersebrangan.
Ketua DPC PDIP Bantul, Joko Purnomo juga menimpali bahwa kedatangan PKS ke kantornya, terlebih dalam suasana formal merupakan sejarah dan menjadi wacana baru perpolitikan di Bantul. Pihaknya membuka diri dengan partai manapun dalam mebangun koalisi, termasuk dengan PKS selama memiliki visi sama untuk mensejahterakan warga Bantul.
Ia merasa ada kesamaan viso dengan PKS, "Dalam Pilkada 2020 ada kemungkinan PDI Perjuangan koalisi dengan PKS, " ujar Joko. Ia mengaku sampai sekarang belum ada rekomendasi dari DPP PDIP terkait pasangam bakal calon bupati dan wakil bupati Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.