Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menunggu keseriusan bakal calon kepala daerah dari jalur independen untuk menyerahkan berkas syarat dukungan mulai Rabu (19/2/2020) hingga Minggu (23/2/2020). Hingga saat ini, baru pasangan Anton Supriyadi-Suparno yang mengunci data dukungan yang dimasukkan dalam aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Tiga pasangan lainnya masih mengunggah data dukungan.
Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho, mengatakan dalam pilkada tahun ini ada empat pasangan yang berniat maju melalui jalur perseorangan. Niatan ini bisa dilihat dari proses penyerahan mandat atau suara kuasa untuk mendapatkan username dan password untuk mengisi data dukungan di aplikasi Silon.
Meski demikian, hal ini tak serta merta keempat pasangan bisa maju. Pasalnya, kata Andang, ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi. Menurut dia, setiap pasangan harus menyerahkan dukungan dari masyarakat sebanyak 45.443 jiwa. Data dukungan tidak hanya diserahkan secara manual, tetapi harus dimasukkan ke aplikasi Silon. “Penyerahan dukungan dilaksanakan 19-23 Februari. Sebelum penyerahan bukti secara langsung [ke kantor KPU], bakal calon harus memasukan ke Silon terlebih dahulu,” kata Andang kepada wartawan, Senin (17/2/2020).
Dari keempat pasangan yang berniat maju dari jalur independen, hingga Senin siang baru pasangan Anton Supriyadi-Suparno yang mengunci bukti dukungan di aplikasi Silon. “Untuk pasangan Anton Supriyadi-Suparno bukti dukungan sudah bisa terlihat. Secara jumlah yang dimasukkan ke Silon lebih dari 50.000 dukungan,” katanya.
Disinggung mengenai persiapan untuk penyerahan dukungan, Andang mengakui sudah mempersiapkan mulai dari tempat hingga tim penerima berkas syarat dukungan dari masing-masing pasangan. “Untuk serius maju, pasangan harus menyerahkan syarat dukungan sesuai dengan aturan yang telah ditentukan,” ungkap dia.
Anton Supriyadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya telah menyelesaikan input data jumlah dukungan secara online di aplikasi Silon. Menurutnya, jumlah dukungan yang diperoleh sebanyak 51.340 jiwa. “Ini lebih dari syarat yang ditentukan KPU,” katanya.
Menurut dia, input data ke Silon baru langkah awal karena tetap harus menyerahkan dukungan secara langsung ke Kantor KPU. “Saya akan menyerahkan Rabu . Mudah-mudahan semua lancar dan saya bersamaSuparno bisa ditetapkan sebagai calon kepala daerah dari jalur independen,” katanya.
Selain Anton Supriyadi-Suparno, bakal calon independen yang berniat maju dalam pilkada meliputi Budi Oetama Prasetyo-Sri Mulyani; Suroto-Sri Rahayu dan Kelik Agung Nugroho-Yayuk Kristiawati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.