DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilusrasi kunjungan kerja. /Bisnis Indonesia-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penyebaran virus Corona (Covid-19) berpengaruh terhadap agenda kegiatan kunjungan kerja (kunker) yang dilakukan oleh DPRD Gunungkidul. Ke depan, agenda kunjungan ke luar daerah lebih diperketat dan selektif.
Sekretaris DPRD Gunungkidul, Agus Hartadi, mengatakan untuk saat ini agenda kunker masih berjalan karena sejak Rabu (18/3) anggota Dewan menggelar kunker ke Madiun, Jawa Timur. Meski demikian, tidak semua anggota Dewan berangkat karena keputusan pergi merupakan hak dari masing-masing anggota. “Rencananya besok [Jumat, 20/3/2020] anggota yang kunker pulang ke Gunungkidul,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).
Menurut dia, kunker tetap dilaksanakan karena mengacu pada hasil rapat Badan Musyawarah DPRD untuk satu bulan. Hasil ini sudah disepakati sejak jauh-jauh hari sebelum kunker dilaksanakan. “Kalau ke depannya kami belum tahu. Yang jelas setiap kegiatan yang dilaksanakan harus melalui persetujuan dalam Bamus,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut dia, kunker tetap dilaksanakan karena sudah terjadwal sejak awal Maret. “Sudah diagendakan dan tidak ada pembatalan,” katanya.
Endah memastikan kunker ke Madiun merupakan agenda kunjungan ke luar daerah terakhir di Maret ini. Hingga akhir bulan seluruh anggota Dewan fokus menyelesaikan ketugasan di kantor. “Jadwalnya sudah ada dan sisa Maret semua kegiatan berada di Gunungkidul. Salah satunya untuk menyelesaikan pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati,” katanya.
Disinggung mengenai agenda kunker, Endah belum bisa memastikan karena keputusan harus melalui rapat di Bamus. Rencananya rapat baru dilaksanakan di akhir Maret untuk membahas kegiatan Dewan selama April.
Meski belum ada kepastian, ke depan agenda kunker lebih selektif. Seleksi dilakukan untuk menghindari potensi penyebaran Covid-19. Endah tidak menampik adanya penyebaran penyakit ini banyak daerah lain seperti wilayah Jawa Timur menolak kunjungan.
Oleh karena itu, ke depan agenda kunker lebih selektif, salah satunya memastikan daerah tujuan kunjungan terbebas dari Covid-19. “Akan kami pilih-pilih karena untuk kebaikan bersama,” kata Endah.
Selain lebih selektif memilih lokasi kunker, untuk pencegahan Endah sudah menginstruksikan Sekretariat Dewan untuk lebih selektif saat menerima kunjungan. “Harus ada surat masuk dulu untuk kunjungan, tapi kalau tidak maka ditolak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.