Bantuan Air Bersih di Gunungkidul Capai 3,49 Juta Liter
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
Sejumlah warga membuat jalur keluar masuk wisatawan di kawasan wisata Air Terjun Sri Getuk, Kalurahan Bleberan, Kapanewon, Playen, belum lama ini./Istimewa-Dokumen Desa Wisata Bleberan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul membuka kesempatan kepada pengelola destinasi wisata untuk menggelar uji coba pembukaan. Meski demikian, untuk dapat menerima tamu pengelola harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti kesiapan fasilitas, sumber daya manusia (SDM) hingga tata kelola uji coba di era normal baru.
Sekretaris Dispar Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan jajarannya memperpanjang uji coba pembukaan destinasi wisata di empat objek hingga 31 Juli masing-masing Pantai Baron-Kukup, Kalisuci dan Gunung Api Purba Nglanggeran.
Meski demikian, destinasi yang buka bisa bertambah saat perpanjangan uji coba. Hary mengakui sudah ada beberapa pengelola yang berkoordinasi untuk membuka destinasi. Selain Gua Pindul, pengelola di Lembah Nginggrong, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari dan Air Terjun Sri Getuk di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, juga bersiap untuk menggelar uji coba.
“Untuk Ngingrong sudah ada komunikasi meski masih sebatas lisan. Untuk Sri Getuk pada Jumat [26/6/2020] sudah dilakukan sosialisasi untuk tahapan pembukaan di era normal baru,” kata Hary, Rabu (1/7/2020).
Menurut dia, Dispar tidak mempermasalahkan adanya pengelola yang ingin membuka kembali destinasi setelah beberapa bulan tutup sebagai dampak pandemo Corona. Meski demikian, sebelum uji coba dilaksanakan, ada persyaratan yang harus dipenuhi.
Beberapa persyaratan ini erat kaitannya dengan tata laksana protokol kesehatan di dalam penyelenggaraan kepariwisataan di era normal baru. Tata laksana ini berkaitan dengan kesiapan fasilitas, SDM hingga tata kelola penyelenggaraan kepariwisataan itu sendiri. “Dalam Surat Edaran Kepala Dispar Gunungkidul ada berbagai tahapan yang harus dilalui agar uji coba destinasi bisa dilaksanakan,” tuturnya.
Untuk uji coba destinasi, pengelola juga harus mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Gunungkidul. “Rekomendasi harus ada karena menjadi bagian dalam penyelenggaraan kepariwisataan di era normal baru,” kata dia.
Ketua Desa Wisata Bleberan, Tri Harjono, mengatakan jajarannya sudah menyiapkan pembukaan kembali Air Terjun Sri Getuk dan Gua Rancang. Rencananya, uji coba dilakukan pada pertengahan Juli. “Mudah-mudahan pada Rabu [15/7/2020] sudah bisa menerima tamu,” kata Tri.
Menurut dia, untuk persiapan pembukaan jajarannya sudah mendapatkan sosialisasi dari Dispar. Selain itu, pengelola juga terus bersiap seperti kegiatan bersih-bersih serta pembuatan jalur keluar masuk wisatawan di sekitar objek wisata. “Sebelum uji coba ada geladi bersih penyambutan wisatawan yang dilakukan internal pengelola sesuai dengan protokol kesehatan. Untuk simulasi dilakukan Jumat [10/7] dan selanjutnya kami mengurus rekomendasi ke Gugus Tugas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
PBB memperingatkan El Nino 2026-2027 berpotensi menyebabkan 49 juta orang mengalami kerawanan pangan akut hingga akhir 2027.
Kemenkeu akan mengambil alih 60% saham KCIC atau Whoosh dan mengelolanya melalui SMV, ditargetkan rampung pertengahan September 2026.
Pemkab Temanggung memperkuat kapasitas relawan kebencanaan melalui pelatihan yang menitikberatkan mitigasi dan manajemen pascabencana.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda Pembinaan Ideologi Pancasila dan Pendidikan Wawasan Kebangsaan melalui koordinasi lintas instansi.
Cari ide lomba 17 Agustus 2026? Simak 30 permainan simpel, seru, dan hemat biaya untuk anak, remaja, hingga orang dewasa.