Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Dua bangunan SMA di Kotabaru, SMAN 3 Jogja dan SMA Stella Duce 1 Jogja, akan direvitalisasi sebagian. Revitalisasi tidak akan merusak kawasan cagar budaya.
Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti, mengatakan pemerintah kota telah berkonsultasi dengan Gubernur DIY untuk memastikan revitalisasi dua SMA di kawasan cagar budaya ini sejalan dengan konsep pembangunan yang dicanangkan di Kotabaru. “Tidak merusak, tetapi justru memperkuat kawasan cagar budaya Kotabaru,” ujarnya, Kamis (3/9/2020).
Gedung yang akan dibangun di SMAN 3 Jogja diberi nama Grha Padmanaba, yang akan difungsikan untuk menambah fasilitas berupa laboratorium, ruang teknologi informasi dan ruang pertemuan. Bangunan baru ini akan menempati sisi barat SMAN 3 Jogja, tepat di sebelah timur lapangan. Adapun bangunan utama sekolah dan sisi depan tetap dipertahankan.
BACA JUGA: Pelanggar Protokol Kesehatan di DIY Akan Disuruh Menyapu Tempat Umum
Kedua revitalisasi ini dibiayai oleh anggaran masing-masing sekolah. Revitalisasi SMAN 3 Jogja membutuhkan dana sebesar Rp15 miliar, sedangkan biaya revitalisasi SMA Stella Duce 1 Jogja masih dihitung. “Kalau di SMAN 3 Jogja dari Keluarga Besar Alumni, kalau Stella Duce dari yayasannya,” ungkapnya.
Ia berharap agar pembangunan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. “Selain itu perlu dipastikan juga agar pembangunan tidak berhenti di tengah jalan akibat kekurangan donasi, sehingga malah mengganggu kegiatan sekolah.”
BACA JUGA: Puluhan Hektare Lahan Rusak, Ratusan Monyet di Hutan Wonosadi Bikin Resah Petani
Beberapa masukan dari Gubernur DIY, kata dia, adalah agar revitalisasi tetap mempertahankan konsep cagar budaya Kotabaru. Kedua, revitalisasi dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah tersebut dengan penambahan fasilitas IT, laboratorium dan sebagainya.
Kepala Badan perencana Pembangunan Daerah Kota Jogja, Agus Tri Haryono, menuturkan kedua gedung yang akan dibangun semuanya setinggi enam lantai. Pembangunan akan dimulai kemungkinan pada pekan ketiga September mendatang dan dilaksanakan selama sekitar setahun.
Revitalisasi ini sejalan pula dengan penataan wilayah Kotabaru yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jogja, dengan penataan jalur pedestrian Suroto, jalur pedestrian Sudirman, dan lainnya. “Konsepnya sesuai kawasan cagar budaya Kotabaru, kolonial indis,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.