Elf Wisatawan Bogor Terguling di Tanjakan Bundelan, 1 Tewas
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di kawasan Hutan Wonosadi, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul resah dengan serangan monyet ekor panjang yang sudah merusak 45 hektare lahan para petani.
Keluhan serangan monyet diungkapkan oleh tokoh masyarakat di sekitar Hutan Wonosadi, Sariyo. Menurut dia, serangan monyet semakin mengganas dan mengakibatkan petani gagal panen. “Kami berharap ada solusi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] untuk mengatasi serangan primata liar ini,” kata Sariyo, Kamis (3/9/2020).
Ia menjelaskan monyet-monyet sudah merusak ladang seluas 45 hektare yang berada di lingkungan hutan adat Wonosadi. Setiap petani lengah, tanaman pertanian yang ada langsung diserbu kawanan monyet tersebut. Semakin hari serangan jadi semakin parah. Sebagai contoh, kata dia, jagung satu petak habis dijarah hanya dalam tempo sehari. “Yang datang puluhan. Monyet-monyet ini tidak hanya langsung memakan hasil jarahan di ladang, tetapi juga membawa kabur hasil pertanian dibawa masuk ke dalam hutan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Pelayanan SIM Masuk Desa di Bantul
Sariyo mengatakan kawanan monyet baru ada sejak 2004 lalu. Saat itu, ada warga yang melepas dua ekor monyet di kawasan Hutan Wonosadi. “Awal-awal tidak masalah, tapi setelah populasi bertambah dengan jumlah mencapai ratusan, sekarang jadi persoalan karena menjarah tanaman pertanian milik warga sekitar,” tuturnya.
Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna mengatakan akibat dari serangan ini banyak ladang yang tidak ditanami. “Kami prihatin karena serangan tidak hanya di ladang, tapi juga sudah masuk ke area permukiman,” katanya.
“Kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ada solusi. Mudah-mudahan ada cara untuk mengatasi sehingg petani tidak terus merugi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Elf rombongan wisatawan asal Bogor terguling di Tanjakan Bundelan, Gunungkidul. Satu penumpang tewas dan lima orang dirawat.
Influenza A belum ditemukan di Bantul hingga 1 Oktober. Dinkes mengingatkan warga memperkuat PHBS dan menjaga daya tahan tubuh.
Arie Sujito menilai reshuffle kabinet Prabowo harus menjawab problem dan harapan publik, bukan justru memunculkan teka-teki baru.
DPRD Kulonprogo menyoroti kendaraan ODOL dan aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak pada kerusakan serta usia pakai jalan.
Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman digelar dua hari di Kulonprogo, mempertemukan 25 stan dan stakeholder pertanian DIY.
Pengajuan pengunduran diri Dukuh Krapyak Wetan, Bantul, belum memenuhi syarat. Pemkab menyebut hasil klarifikasi tak menemukan unsur tuduhan.