Nelayan Gunungkidul Dilatih Sertifikasi SKN, Keselamatan Jadi Fokus Utama
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di kawasan Hutan Wonosadi, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul resah dengan serangan monyet ekor panjang yang sudah merusak 45 hektare lahan para petani.
Keluhan serangan monyet diungkapkan oleh tokoh masyarakat di sekitar Hutan Wonosadi, Sariyo. Menurut dia, serangan monyet semakin mengganas dan mengakibatkan petani gagal panen. “Kami berharap ada solusi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam [BKSDA] untuk mengatasi serangan primata liar ini,” kata Sariyo, Kamis (3/9/2020).
Ia menjelaskan monyet-monyet sudah merusak ladang seluas 45 hektare yang berada di lingkungan hutan adat Wonosadi. Setiap petani lengah, tanaman pertanian yang ada langsung diserbu kawanan monyet tersebut. Semakin hari serangan jadi semakin parah. Sebagai contoh, kata dia, jagung satu petak habis dijarah hanya dalam tempo sehari. “Yang datang puluhan. Monyet-monyet ini tidak hanya langsung memakan hasil jarahan di ladang, tetapi juga membawa kabur hasil pertanian dibawa masuk ke dalam hutan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Catat! Ini Jadwal Pelayanan SIM Masuk Desa di Bantul
Sariyo mengatakan kawanan monyet baru ada sejak 2004 lalu. Saat itu, ada warga yang melepas dua ekor monyet di kawasan Hutan Wonosadi. “Awal-awal tidak masalah, tapi setelah populasi bertambah dengan jumlah mencapai ratusan, sekarang jadi persoalan karena menjarah tanaman pertanian milik warga sekitar,” tuturnya.
Lurah Kampung, Kapanewon Ngawen, Suparna mengatakan akibat dari serangan ini banyak ladang yang tidak ditanami. “Kami prihatin karena serangan tidak hanya di ladang, tapi juga sudah masuk ke area permukiman,” katanya.
“Kami akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar ada solusi. Mudah-mudahan ada cara untuk mengatasi sehingg petani tidak terus merugi.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
WIG 2026 di Yogyakarta mengangkat cita rasa dan cerita kuliner Indonesia menjadi narasi global sekaligus mendorong ekonomi gastronomi.
Jusuf Hamka resmi menjadi anggota Wantimpres Prabowo. Simak profil, bisnis jalan tol, kiprah politik, dan perjalanan hidup Babah Alun.
Pemkot Magelang menyiapkan lima kampung wisata dari delapan kelurahan nominasi. Penetapan dilakukan melalui SK Wali Kota Magelang.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyebut gaji manajer KDKMP bersumber dari APBN dengan pendapatan Rp6,8 juta-Rp8,3 juta per bulan.
Dinkes Semarang menyebut kualitas udara radius 2 km TPA Jatibarang tidak sehat usai kebakaran, warga diminta waspadai gangguan pernapasan.