Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Tangkapan layar video di Pantai Kesirat, Gunungkidul. /@Instagram.
Harianjogja.com, PANGGANG – Pantai Kesirat di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul mendadak viral di dunia maya karena ada unggahan video tentang banyaknya sampah di kawasan tersebut. Menanggapi keluhan ini, Pemerintah Kalurahan berjanji akan mengoptimalkan dalam upaya kebersihan sehingga masalah yang sama tidak muncul di media sosial.
Video viralnya Pantai Kesirat pertama kali diunggah oleh akun instagram @ryonadio. Kemudian video tersebut dibagikan akun lainnya, yakni @wonderfuljogja. Hingga Kamis (12/11/2020) siang, video ini sudah ditonton lebih dari 280.000 viewer. Komentar warganet pun terbelah. Di satu sisi ada yang memuji keindahan Pantai Kesirat. Namun, banyak yang menyoroti tentang sampah yang muncul di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Jaga Jarak
“Sedih banget detik2 terakhir ada sampah plastik, tolonglah para pengunjung klo lg ke tempat wisata jangan tinggalin sampah sembarangan,” tulis akun @selynfebrida di kolom komentar Instagram @wonderfuljogja.
Lurah Girikarto, Tuyadi saat dikonfirmasi kemarin, tidak menampik adanya video viral yang menyoroti tentang sampah di Pantai Kesirat. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan tindakan dengan melakukan rapat bersama dengan pamong kalurahan.
“Semalam sudah kami rapatkan bersama-sama dengan teman-teman,” kata Tuyadi, Kamis.
Menurut dia, untuk pengelolaan sampah baik di Pantai Kesirat ataupun Wohkudu sudah ada pengelola di lapangan. Adanya video yang viral ini membuktikan pengelolaan yang belum maksimal. Oleh karenanya, secara pribadi sudah meminta kepada kepala dusun di wilayah bersangkutan untuk melakukan pengawasan secara optimal.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Bagaimana
“Terima kasih informasinya. Pak kadus sudah saya minta untuk melakukan pengecekan dan petugas diminta segera membersihkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pengelolaan sampah di kawasan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok sadar wisata, namun para pengunjung diminta ikut berpartisipasi. Ia berharap kesadaran masyarakat dan pengunjung untuk mengelola sampahnya, sehingga tidak mengotori destinasi wisata.
“Secara khusus pengelolaan ada di dinas lingkungan hidup. Tapi, semua pihak harus berpartisipasi agar kebersihan di destinasi terjaga,” katanya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pihaknya menjadi penanggungjawab untuk masalah kebersihan. Hanya saja, untuk menjangkau seluruh kawasan pantai masih kekurangan personel.
“Kami baru memiliki sembilan petugas kebersihan dan ini menangani kebersihan di Pantai Baron, Krakal, Kukup, Drini, dan Sepanjang,” katanya.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi Ancam Libur Panjang di Pantai Gunungkidul
Aris mengimbau kepada pelaku wisata untuk mengelola sampah secara mandiri sebelum membuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Baleharjo, Wonosari. Selain itu, pengunjung juga diminta tidak membuang sampah secara sembarangan.
“Di seluruh destinasi sudah ada tempat sampah. Ini harus dimanfaatkan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.
Seorang pria berusia 55 tahun ditemukan meninggal di belakang rumahnya di Srandakan, Bantul. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.