Medan Sulit Bikin Harga Air Bersih Gedangsari Rp350.000 per Tangki
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
Tangkapan layar video di Pantai Kesirat, Gunungkidul. /@Instagram.
Harianjogja.com, PANGGANG – Pantai Kesirat di Kalurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul mendadak viral di dunia maya karena ada unggahan video tentang banyaknya sampah di kawasan tersebut. Menanggapi keluhan ini, Pemerintah Kalurahan berjanji akan mengoptimalkan dalam upaya kebersihan sehingga masalah yang sama tidak muncul di media sosial.
Video viralnya Pantai Kesirat pertama kali diunggah oleh akun instagram @ryonadio. Kemudian video tersebut dibagikan akun lainnya, yakni @wonderfuljogja. Hingga Kamis (12/11/2020) siang, video ini sudah ditonton lebih dari 280.000 viewer. Komentar warganet pun terbelah. Di satu sisi ada yang memuji keindahan Pantai Kesirat. Namun, banyak yang menyoroti tentang sampah yang muncul di kawasan tersebut.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Jaga Jarak
“Sedih banget detik2 terakhir ada sampah plastik, tolonglah para pengunjung klo lg ke tempat wisata jangan tinggalin sampah sembarangan,” tulis akun @selynfebrida di kolom komentar Instagram @wonderfuljogja.
Lurah Girikarto, Tuyadi saat dikonfirmasi kemarin, tidak menampik adanya video viral yang menyoroti tentang sampah di Pantai Kesirat. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan tindakan dengan melakukan rapat bersama dengan pamong kalurahan.
“Semalam sudah kami rapatkan bersama-sama dengan teman-teman,” kata Tuyadi, Kamis.
Menurut dia, untuk pengelolaan sampah baik di Pantai Kesirat ataupun Wohkudu sudah ada pengelola di lapangan. Adanya video yang viral ini membuktikan pengelolaan yang belum maksimal. Oleh karenanya, secara pribadi sudah meminta kepada kepala dusun di wilayah bersangkutan untuk melakukan pengawasan secara optimal.
BACA JUGA : Wisata Pantai Gunungkidul Dipadati Pengunjung, Bagaimana
“Terima kasih informasinya. Pak kadus sudah saya minta untuk melakukan pengecekan dan petugas diminta segera membersihkan,” katanya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono mengatakan, pengelolaan sampah di kawasan pantai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun kelompok sadar wisata, namun para pengunjung diminta ikut berpartisipasi. Ia berharap kesadaran masyarakat dan pengunjung untuk mengelola sampahnya, sehingga tidak mengotori destinasi wisata.
“Secara khusus pengelolaan ada di dinas lingkungan hidup. Tapi, semua pihak harus berpartisipasi agar kebersihan di destinasi terjaga,” katanya.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Aris Suryanto mengatakan, pihaknya menjadi penanggungjawab untuk masalah kebersihan. Hanya saja, untuk menjangkau seluruh kawasan pantai masih kekurangan personel.
“Kami baru memiliki sembilan petugas kebersihan dan ini menangani kebersihan di Pantai Baron, Krakal, Kukup, Drini, dan Sepanjang,” katanya.
BACA JUGA : Gelombang Tinggi Ancam Libur Panjang di Pantai Gunungkidul
Aris mengimbau kepada pelaku wisata untuk mengelola sampah secara mandiri sebelum membuang ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Baleharjo, Wonosari. Selain itu, pengunjung juga diminta tidak membuang sampah secara sembarangan.
“Di seluruh destinasi sudah ada tempat sampah. Ini harus dimanfaatkan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga air bersih di Gedangsari Gunungkidul tembus Rp350.000 per tangki. Medan perbukitan dan jauhnya sumber air membuat biaya distribusi mahal.
GPI 2026 menempatkan Islandia sebagai negara paling damai dan Rusia paling tidak damai. Indonesia berada di peringkat ke-69 dunia.
Komisi C DPRD DIY berharap Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat untuk 2027 naik minimal 10%. Tambahan dana tersebut dinilai dibutuhkan untuk menutup k
Hindari malware di Android dengan mengunduh aplikasi dari sumber resmi, memeriksa izin akses, dan mengaktifkan Google Play Protect.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Persib Bandung masih dibayangi rekor tanpa kemenangan di kandang Persija Jakarta sejak 1986 dalam pertandingan kompetisi resmi.