Bediding Makin Terasa, Warga Gunungkidul Diminta Waspada
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Foto Ilustrasi penanaman bambu di Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SEMIN–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkomitmen melestarikan tanaman bambu. Pelestarian ini tidak hanya untuk menjaga ketersediaan bahan baku kerajinan, tapi juga berfungsi untuk mencegah lahan kritis di masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, upaya penanaman dilakukan dengan gerakan menanam 1.000 bambu wuluh di Dusun Ngepoh, Kalurahan Semin pada Rabu (2/12). Gerakan penanaman ini dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup DIY serta kelompok masyarakat di Kalurahan Semin.
Menurut dia, penanaman ini sangat bermanfaat. Di satu sisi keberadaan bambu ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku kerajinan berbahan bambu. Namun, di sisi lain tanaman ini memiliki fungsi untuk normalisasi lahan kritis.
BACA JUGA : Lahan Kritis di Gunungkidul Capai 1.544 Hektare
Oleh karenanya, sambung Raharjo penanaman dipilih di lokasi-lokasi yang kritis, salah satunya di bantaran sungai yang ada di Dusun Ngepoh. “Jadi tanaman bambu memiliki banyak fungsi karena bisa juga menjadi sarana konservasi air serta untuk menanggulangi longsor,” kata Raharjo, Kamis (3/12/2020).
Lurah Semin, Tri Sunarto mengatakan, Dusun Ngepoh memiliki potensi kerajinan berbahan bambu yang sangat potensial. Hasil dari kerajinan masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan aneka kerajinan di wilayah DIY, namun juga sudah menyasar ke pasar nasional hingga mancanegara. “Negara-negara eropa menjadi salah satu tujuan pemasaran kerajinan asal wilayah Semin. Salah satunya dipasok dari Dusun Ngepoh,” katanya.
Meski demikian, Tri Sunarto mengakui para perajin masih sering kesulitan mendapatkan bahan baku. Hal ini dikarenakan, tanaman bambu yang ditanam masyarakat hanya mampu memenuhi kebutuhuan sebesar 30%. Sedangkan sisanya yang 70% masih banyak didatangkan bambu dari luar daerah seperti Boyolali, Klaten hingga wilayah Jawa Timur. “Satu truk penuh dengan muatan bambu nilainya bisa mencapai Rp20 juta,” ujarnya.
BACA JUGA : Tak Hanya Ekonomis, Bambu Bisa Atasi Lahan Kritis
Ia berharap dengan gerakan menanam bambu ini bisa mencukupi kebutuhan bahan baku kerajinan di wilayahnya. “Sudah disiapkan lahan seluas 30 hektare. Untuk tahap awal, lahan yang ditanami bambu wuluh sebanyak 1.000 batang seluas lima hektare,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.
Kemendikdasmen meluncurkan Gerakan PSPB untuk memperkuat kolaborasi pendidikan dasar dan menengah melalui tata kelola yang terstruktur dan akuntabel.
Menkum Supratman Andi Agtas menegaskan komitmen Indonesia mendorong tata kelola royalti musik dan jurnalistik dalam forum WIPO di Jenewa.