Anggota DPRD Gunungkidul Masuk Desil 5 DTSEN, Ini Penjelasannya
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Foto Ilustrasi penanaman bambu di Hutan Wanagama, Desa Banaran, Kecamatan Playen./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SEMIN–Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul berkomitmen melestarikan tanaman bambu. Pelestarian ini tidak hanya untuk menjaga ketersediaan bahan baku kerajinan, tapi juga berfungsi untuk mencegah lahan kritis di masyarakat.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, upaya penanaman dilakukan dengan gerakan menanam 1.000 bambu wuluh di Dusun Ngepoh, Kalurahan Semin pada Rabu (2/12). Gerakan penanaman ini dilakukan bersama-sama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup DIY serta kelompok masyarakat di Kalurahan Semin.
Menurut dia, penanaman ini sangat bermanfaat. Di satu sisi keberadaan bambu ini bertujuan menjaga ketersediaan bahan baku kerajinan berbahan bambu. Namun, di sisi lain tanaman ini memiliki fungsi untuk normalisasi lahan kritis.
BACA JUGA : Lahan Kritis di Gunungkidul Capai 1.544 Hektare
Oleh karenanya, sambung Raharjo penanaman dipilih di lokasi-lokasi yang kritis, salah satunya di bantaran sungai yang ada di Dusun Ngepoh. “Jadi tanaman bambu memiliki banyak fungsi karena bisa juga menjadi sarana konservasi air serta untuk menanggulangi longsor,” kata Raharjo, Kamis (3/12/2020).
Lurah Semin, Tri Sunarto mengatakan, Dusun Ngepoh memiliki potensi kerajinan berbahan bambu yang sangat potensial. Hasil dari kerajinan masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan aneka kerajinan di wilayah DIY, namun juga sudah menyasar ke pasar nasional hingga mancanegara. “Negara-negara eropa menjadi salah satu tujuan pemasaran kerajinan asal wilayah Semin. Salah satunya dipasok dari Dusun Ngepoh,” katanya.
Meski demikian, Tri Sunarto mengakui para perajin masih sering kesulitan mendapatkan bahan baku. Hal ini dikarenakan, tanaman bambu yang ditanam masyarakat hanya mampu memenuhi kebutuhuan sebesar 30%. Sedangkan sisanya yang 70% masih banyak didatangkan bambu dari luar daerah seperti Boyolali, Klaten hingga wilayah Jawa Timur. “Satu truk penuh dengan muatan bambu nilainya bisa mencapai Rp20 juta,” ujarnya.
BACA JUGA : Tak Hanya Ekonomis, Bambu Bisa Atasi Lahan Kritis
Ia berharap dengan gerakan menanam bambu ini bisa mencukupi kebutuhan bahan baku kerajinan di wilayahnya. “Sudah disiapkan lahan seluas 30 hektare. Untuk tahap awal, lahan yang ditanami bambu wuluh sebanyak 1.000 batang seluas lima hektare,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.
Prabowo menginstruksikan pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Sebanyak 11 kapal dikerahkan.
The All-New Mazda 6e Fastback, kendaraan listrik terbaru Mazda yang meraih penghargaan 2026 World Car Design of the Year, diperkenalkan kepada masyarakat
Daftar 10 SMP berprestasi di Jogja berdasarkan data SIMT Puspresnas, dengan capaian prestasi siswa tingkat kabupaten hingga internasional.
Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui 1.541 karakter animasi dan game karya mahasiswa.
Pasien psikiatri anak dan remaja di RS Grhasia mencapai 900 orang. Ketergantungan gadget menjadi salah satu faktor yang banyak ditemukan.