Jelang Penetapan Calon, Panitia Pilur Diminta Cermati Aturan
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Foto ilustrasi. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul berencana membangun dua ruas jalan kabupaten di tahun ini. Total anggaran untuk pembangunan mencapai Rp15,5 miliar.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, DPUPRKP Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, pihaknya mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp12.521.247.000. Rencananya dana tersebut digunakan untuk membangun ruas jalan Ngeblak, Kalurahan Katongan, Nglipar-Jatiayu, Kapanewon Karangmojo dan ruas Semin-Tambakromo di Kapanewon Ponjong.
Ia menjelaskan, untuk ruas Nglebak-Jatiayu yang diperbaiki sepanjang 2,59 kilometer dan dengan pagu anggaran perbaikan sebesar Rp8.809.925.000. Sedangkan ruas Semin-Tambakromo, pagu anggarannya mencapai Rp3.711.322.000 untuk memperbaiki jalan sepanjang 1,2 kilometer. “Kegiatan ini sudah dimasukan dalam program di APBD 2021,” kata Yana, sapaan akrabnya kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).
Baca juga: Kota Jogja dan Sleman Peroleh Gelontoran Vaksin Pertama
Dia pun optimistis pekerjaan ini bisa selesai tepat waktu sehingga upaya perbaikan yang dilakukan dapat membantu kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi. “Mudah-mudahan tidak ada pemotongan anggaran seperti tahun lalu sehingga pengerjaan bisa sesuai dengan yang direncanakan,” katanya.
Ditambahkan Yana, pandemi Covid-19 berdampak terhadap rencana pembangunan, salah satunya menyangkut masalah perbaikan jalan. Untuk tahun ini, hanya ada dua paket pengerjaan dengan nilai yang besar, sedangkan yang lain hanya sebatas pemeliharaan rutin biasa.
“Cuma dua ini yang dikerjakan. Sisanya, hanya pemeliharan kerusakan-kerusakan dengan nominal dibawah Rp200 juta,” ungkapnya.
Menurut dia, pada saat pembahasan RAPBD 2021, DPUPRKP sempat mengusulkan lanjutan pembangunan jalur wisata Kepek-Pantai Ngobaran di Kapanewon Saptosari. meski demikian, usulan ini tidak disetujui oleh tim anggaran pemerintah daerah. “Tidak jadi dilanjutkan tahun ini,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Eddy Praptono. Menurut dia, pandemi Covid-19 membuat fokus anggaran digunakan untuk penanggulangan. “Sama seperti tahun lalu, fokus masih untuk penanganan corona,” katanya.
Baca juga: Petani Tak Tertarik, Lahan Tanaman Kedelai Terus Menyusut
Menurut dia, di tahun ini tidak banyak kegiatan yang dilaksanakan, khususnya menyangkut jalan. Ia tidak menampik seharusnya banyak program yang harus dikerjakan, salah satunya penyelesaian jalur Kepek-Ngobaran. Namun demikian, belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemkab.
“Sebenarnya tinggal sekitar 3,5 kilometer lagi selesai, tapi untuk penyelesaian butuh anggaran sekitar Rp35 miliar dan sekarang belum ada sehingga upaya merampungkan belum bisa direalisasikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
Data pariwisata DIY dinilai belum utuh. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan memperbaiki kualitas data untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Kodim 0706/Temanggung menyalurkan 5.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Temanggung saat debit sumber air mulai menurun.
Indonesia All Stars siap menghadapi Aston Villa di SUGBK pada 1 Agustus 2026. Brandon Scheunemann masuk skuad bersama Ezra Walian, Zé Valente, dan Hokky Caraka.
RUU Perampasan Aset disebut ditolak DPR ramai di media sosial. Pengamat menegaskan pembahasan masih berjalan dan mengingatkan publik agar tidak terjebak hoaks.
Chery Q dijual mulai Rp239,9 juta di GIIAS 2026. Harga promo diperpanjang hingga 9 Agustus dengan pesanan awal melampaui 6.000 unit.